Fokus produk added value, Trias Sentosa genjot ekspor ke negara-negara ini

Rabu, 16 November 2016 | 21:47 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketatnya persaingan produk plastik kemasan dan film di pasar global memaksa PT Trias Sentosa Tbk untuk terus melakukan inovasi terhadap produk-produk yang memiliki nilai tambah (added value), selain juga menghasilkan produk yang berbeda dengan yang dipasarkan pesaing.

Presiden Direktur PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir perseroan memang lebih fokus ke produk added value, dan nyatanya mampu menggenjot kinerja perseroan, khususnya di pasar ekspor.

"Beberapa produk added value itu seperti coating dan laminating, kertas untuk cover buku, film thermal, in-mould labelling, dan sebagainya. Yang jelas kita terus berinovasi menciptakan produk-produk dimana kompetitor tidak memiliki," katanya usai paparan publik perseroan di Surabaya, Rabu (16/11/2016).

Sementara jika dilihat dari sisi negara tujuan, Sugeng menyebut beberapa negara yang potensial sebagai sasaran penjualan produk tersebut yakni Jepang, Eropa, dan Australia. Terbukti, penjualan Trias Sentosa ke negara-negara ini pada tahun 2016 mengalami peningkatan signifikan.

"Kita terus melakukan inovasi produk baru. Seperti saat ini kita tengah melakukan tes di Jepang untuk beberapa jenis produk. Seperti produk label yang ramah lingkungan, dan sebagainya. Kita tahu sendiri beberapa negara maju seperti Jepang, sangat concern dengan isu lingkungan," jelas Sugeng.

Bahkan perseroan juga terus melakukan investasi untuk penambahan mesin-mesin produk yang memiliki tingkat inovasi, yakni untuk mesin metallizing. "Tahun ini perseroan menyiapkan dana investasi sebesar Rp 50 miliar untuk penambahan mesin metallizing, dan diharapkan bisa mulai dioperasikan pada kuartal II tahun 2017.

Terkait kinerja perseroan, sepanjang periode Januari-September 2016 Trias Sentosa membukukan penjualan sebesar Rp 1,718 triliun, turun dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,906 triliun. Namun demikian, laba bersih perseroan sepanjang 9 bulan pertama tahun 2016 ini mengalami kenaikan dari Rp 17,5 miliar pada periode Januari-September 2015 menjadi Rp 27,8 miliar pada periode yang sama 2016.

Meski penjualan di 9 bulan pertama tahun ini menurun, namun Sugeng optimistis akan ada pertumbuhan hingga akhir tahun ini. "Paling tidak tahun ini akan tumbuh lebih baik dari tahun lalu saja sudah bagus. Kita optimistis, mengingat ada beberapa opportunity yang memengaruhi, salah satunya kecenderungan stabilnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah," ujar Sugeng. kbc7

Bagikan artikel ini: