Suparma konversi utang ke saham senilai Rp249 miliar

Kamis, 24 November 2016 | 20:11 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Suparma Tbk mengumumkan aksi perseroan untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dalam rangka restrukturisasi pinjaman/utang.

Direktur PT Suparma Tbk Hendro Luhur mengatakan, penambahan modal tanpa HMETD itu dilakukan karena perseroan tidak mampu membayar kewajiban utangnya kepada kreditur sindikasi dan Channel Securities Pte. Ltd., Singapura yang jatuh tempo pada akhir Desember 2016.

“Dengan mempertimbangkan adanya tunggakan pembayaran bunga selama tiga periode terhadap pinjaman sindikasi dan Channel Securities serta penelaahan terhadap rencana usaha, (para kreditur) menyepakati dan menyetujui untuk mengkonversi utang pokok menjadi saham atau debt to equity swap,” papar Hendro Luhur saat paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Suparma Tbk di Surabaya, Kamis (24/11/2016).

Dalam kesepakatan yang terjadi, perseroan akhirnya merestrukturisasi utang senilai Rp 249 miliar atau dikonversi saham sebanyak 622,52 juta saham perseroan. Perinciannya, utang kreditur sindikasi yang akan dikonversi menjadi saham adalah senilai Rp180,15 miliar menjadi 450,37 juta saham, dan utang Channel Securities senilai Rp68,86 miliar akan dikonversi menjadi 172,15 juta saham.

“Sebanyak 20% sisanya akan dilunasi perseroan dengan cara 10% dilunasi selambat-lambatnya akhir 2016 dan 10% harus dilunasi maksimal 30 September 2017,” tambahnya.

Adapun harga saham yang dikonversi disepakati sebesar Rp400 per saham. "Dengan adanya konversi utang ini, struktur kepemilikan saham perseroan berubah, dimana pemegang saham lama akan terdilusi sebesar 29,44% atas kepemilikan sahamnya. Namun tidak memengaruhi jumlah saham dan nilainya," jelasnya.

Dengan langkah itu, Hendro menyebut perseroan kini tidak lagi dibebani oleh utang yang memang sudah berjalan sejak tahun 1997 lalu tersebut, dan akan lebih fokus kepada kinerja perseroan. kbc7

Bagikan artikel ini: