Kini, bayar tol di Jatim bisa pakai uang elektronik terbitan 4 bank

Sabtu, 26 November 2016 | 09:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) menginisiasi penggunaan uang elektronik berbasis kartu (e-money) lintas bank untuk pembayaran jalan tol di wilayah Jatim. Melalui langkah ini, pembayaran transaksi di gardu tol bisa dilakukan melalui e-money terbitan 4 bank besar yakni BCA, Bank Mandiri, BNI dan BRI.

Dimulai dari ruas tol Waru-Juanda, pembayaran di gardu tol di wilayah Jatim nantinya bisa menggunakan E-Money atau E-Toll dari Bank Mandiri, Flazz terbitan BCA, Tap Cash milik BNI dan Brizzi yang diterbitkan BRI.

Deputi Gubernur BI Erwin Riyanto, mengatakan penggunaan uang elektronik lintas bank untuk pembayaran  tol merupakan wujud nyata interoperabilitas antar pelaku industri dalam rangka menciptakan ekosistem pembayaran non tunai yang aman, handal dan terintegrasi satu sama lain.

“Dengan terbukanya pembayaran tol menggunakan uang elektronik lintas bank ini, diharapkan penggunaan uang elektronik akan semakin gencar di masyarakat dan ini sesuai dengan semangat mendorong suksesnya gerakan nasional non tunai di Indonesia,” ujarnya di sela Festival Cinta Rupiah Bela Negara Tanpa Senjata yang digelar BI di Surabaya Town Square (Sutos), Jumat (25/11/2016).

Sebelum adanya penggunaan kartu lintas bank, pembayaran non tunai di gardu tol pada setiap ruas tol di Jatim hanya bisa dilakukan melalui e-money terbitan bank tertentu. Misalnya untuk ruas dalam kota Surabaya hingga Sidoarjo hanya menerima E-Money atau E-Toll terbitan Bank Mandiri dan ruas tol Surabaya-Gresik hanya menerima pembayaran Flazz terbitan BCA.

Erwin berharap, melalui kerjasama interoperabilitas ini diharapkan penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tol bisa mencapai 20% pada tahun pertama dan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya.

Penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tol ini sendiri diklaim bisa menghemat waktu transasksi dan mengurangi kepadatan di pintu tol. “Pembayaran menggunakan kartu hanya butuh waktu 2 detik, sedangkan jika pembayaran dilakukan dengan tunai maka waktunya bisa lebih lama. Efisiensi waktu ini diharapkan bisa turut menyumbang dalam percepatan penggerak roda ekonomi di daerah,” paparnya.

Ke depan, penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tol akan dikembangkan ke beberapa ruas jalan tol di seluruh Indonesia. Targetnya, pada Juni 2017 akan banyak tol yang mempunyai fasilitas pembayaran melalui multi kartu. kbc8

 

Bagikan artikel ini: