Melimpahnya ikan mampu pancing investor masuk RI

Selasa, 29 November 2016 | 09:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia saat ini memiliki jumlah ikan yang berlimpah, karena kesuksesan pemberantasan pencurian ikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ini membuat investor tertarik ke Tanah Air.

"Ikan saat ini tersedia dalam jumlah cukup," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Untuk itu, ujar dia, pada saat ini banyak pihak yang tertarik untuk menginvestasikan cold storage (tempat pendingin untuk menyimpan ikan hasil tangkapan para nelayan) guna membantu industri pengolahan di Tanah Air. Sebagaimana diwartakan, pengembangan industri perikanan khususnya unit pengolahan ikan (UPI) yang tersebar di berbagai daerah membutuhkan pasokan listrik untuk operasionalisasi serta pembenahan konektivititas guna mengurangi beban logistik.

"(Industri perikanan) akan berubah bila listrik tersedia dengan baik dan konektivitas berkembang dengan cepat," kata Nilanto Perbowo.

Nilanto mengingatkan bahwa dari sebanyak 61.603 unit UPI yang ada di Indonesia, hanya sekitar 1,2 persen atau 718 unit yang merupakan UPI skala besar. Berdasarkan jenis olahannya, UPI skala besar dan menengah didominasi 59 persen oleh UPI jenis olahan ikan beku, sedangkan 36 persen UPI skala mikro-kecil adalah UPI jenis olahan ikan asin.

Sedangkan berdasarkan volumenya, UPI skala besar-menengah mengolah 414.735 ton ikan beku pada tahun 2015, dan UPI skala mikro-kecil mengolah 2.028.651 ton ikan asin pada periode yang sama.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan dunia sudah menyadari bahwa jumlah ikan sudah menurun sehingga banyak negara yang kini benar-benar meningkatkan proteksinya terhadap sumber daya ikan mereka. "Dunia makin sadar bahwa jumlah ikan sudah turun jauh hampir 80 persen dari seluruh dunia," kata Susi di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Menurut Susi, bila tidak ada aksi yang signifikan untuk menjaganya maka sumber daya perikanan dunia akan turun mencapai 90 persen. Untuk itu, ujar dia, semua negara mengarah kepada perlindungan lautnya masing-masing.

"China telah membuat kebijakan penurunan jumlah kapal menjadi hanya tiga persen saja yang boleh melaut. Jadi, kalau di sana ada 100 kapal, 97 kapal tidak boleh jalan lagi. Begitu kencangnya mereka melakukan proteksi," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: