Bangun komputer tercepat di dunia, Jepang siapkan US$173 juta

Rabu, 30 November 2016 | 11:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jepang tengah mempersiapkan supercomputer dengan kecepatan 130 petaflops dengan investasi US$173 juta yang diperkirakan tuntas tahun depan. Kecepatan komputer ini sepuluh kali lipat dari komputer tercepat di Jepang saat ini.

Bahkan menurut Satoshi Sekiguchi, Direktur Jenderal di National Institute of Advanced Industrial Science and Technology Jepang tempat dimana supercomputer itu dibuat bisa jadi inilah komputer tercepat didunia. “Sepanjang yang kami tahu, tidak ada yang secepat ini di tempat lain,” katanya.

Menurut situs Top 500 yang mendata komputer-komputer tercepat di dunia, saat ini yang paling cepat adalah Sunway TaihuLight milik China dengan kecepatan 93 petaflops. Lalu Tianhe-2 dengan kecepatan 34 petaflops juga milika China. Superkomputer Jepang paling kencang 13,5 petaflops. Dalam daftar itu Jepang adalah negara ke-empat terbanyak pemilik supercomputer, setelah Amerika Serikat, China dan Jerman. Seperti 498 dar 500 superkomputer didaftar itu, 27 superkomputer Jepang seluruhnya menggunakan sistem operasi Linux dan sistem terbaru ini kemungkinan besar juga memakai Linux. Belum diketahui siapa yang akan membangun supercomputer untuk pemerintah Jepang ini karena penwaran tender masih terbuka hingga 8 Desember.

Supercomputer ini akan digunakan di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) karena itu nama resminya adalah "AI Bridging Cloud Infrastructure," atau ABCI. Sekiguchi menjelaskan kepada Reuters bahwa sistem baru ini juga dipakai untuk menampung catatan medis yang nantinya dipakai untuk mengembangkan layanan-layanan dan aplikasi baru.

Perusahaan-perusahaan Jepang bisa memanfaatkan supercomputer ini untuk menekan biaya sehingga tidak perlu menggunakan jasa dari perusahaan AS seperti Google dan MIcrosoft. Investasi dalam sistem besar seperti ini untuk meningkatkan keberadaan Jepang dalam dunia teknologi yang dalam beberapa tahun belakangan dibayang-bayangi Korea Selatan dan China. kbc10

Bagikan artikel ini: