GIC geber investasi Rp3,5 triliun di industri bioskop Indonesia

Selasa, 6 Desember 2016 | 09:43 WIB ET

SINGAPURA, kabarbisnis.com: Sovereign Welfare Fund (SWF) asal Singapura, Government of Singapore Investment Corporation (GIC), menandatangani kemitraan strategis dengan operator bioskop Indonesia PT Nusantara Sejahtera Raya (NSR). Kerja sama tersebut mencakup investasi senilai Rp 3,5 triliun.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Senin (5/12/2016), kedua belah pihak mengatakan, kerja sama ini adalah untuk membantu menjaga posisi NSR yang berada di posisi atas pasar Indonesia. Kerja sama dengan GIC juga akan membantu NSR mendirikan perusahaan untuk tahap pertumbuhan berikutnya sekaligus memperluas jejak biskop NSR di seluruh Tanah Air.

Pendiri NSR, Benny Suherman, mengaku sangat antusias untuk bermitra dengan GIC. Sebab, GIC memiliki pengalaman kuat yang berhasil mendukung bisnis di Indonesia. "Investasi GIC adalah pengakuan dari pekerjaan yang kami lakukan untuk membangun perusahaan kami dan validasi dari peluang luar biasa ke depan," katanya.

NSR merupakan operator biskop terkemuka di Indonesia dengan mengoperasikan Cinema 21, Cinema XXI dan The Premiere. Pada Desember tahun ini, perusahaan itu telah mengoperasikan 864 layar di 157 bioskop di 36 kota di Indonesia.

"Investasi oleh GIC mencerminkan keyakinan kami pada potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia," ujar Kepala Direct Investments Group untuk Asia Tenggara, Private Equity & Infrastructure GIC, Amit Kunal.

Ia menambahkan, keahlian operasional NSR dan portofolio bioskop berkualitas tinggi berpengaruh besar untuk mendapatkan keuntungan dari ekonomi yang berkembang pesat di Indoensia. Hal itu juga aka berdampak pada pembangunan ekonomi di Indonesia.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan tim di NSR untuk mempercepat kehadirannya secara nasional dan mencapai visi menyediakan yang terbaik di kelas pengalaman sinematik untuk negara," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: