Bidik kelas menengah ke atas, Zurich Topas Life luncurkan produk dwiguna Zurich Pro-Fit 8

Selasa, 6 Desember 2016 | 20:12 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perusahaan asuransi jiwa, Zurich Topas Life, meluncurkan produk asuransi jiwa dwiguna (endowment) terbaru yang bernama Zurich Pro-Fit 8 (Zurich Protection & Benefit 8) untuk pasar Jatim. Presiden Direktur Zurich Topas Life, Peter Huber, mengatakan produk ini merupakan produk dwiguna pertama di pasar Indonesia yang menawarkan manfaat ganda berupa jaminan cashback tahunan dan hasil investasi potensial dari penempatan jenis dana investasi unit link.

“Dengan produk ini, pelanggan hanya perlu membayar premi asuransi selama 8 tahun untuk proteksi dan manfaat selama 20 tahun. Produk ini didesain untuk memenuhi kebutuhan perencanaan keuangan nasabah, baik untuk tabungan pendidikan anak, persiapan pensiun, atau rencana liburan dan ditargetkan untuk segmen pasar kelas menengah keatas Indonesia,” kata Peter kepada wartawan di Surabaya, Senin (6/12/2016).

Ia menambahkan, pasar Surabaya dan Jatim pada umumnya masih sangat potensial untuk dikembangkan. Jatim sendiri saat ini merupakan pasar kedua terbesar bagi Zurich Topas Life setelah Kalimantan.

Produk ini sendiri, kata Peter, menawarkan manfaat ganda berupa cashback tahunan dijamin dan hasil investasi potensial melalui penempatan dana investasi di unit link. Nasabah akan mendapatkan cashback tahunan masing-masing sebesar 4% per tahun selama 10 tahun pertama dan 8% per tahun selama 10 tahun kedua. Untuk hasil yang optimal, 40% dari total premi nasabah akan diinvestasikan ke dalam produk Zurichlink Rupiah Equity Fund.

Secara total, nasabah akan mendapatkan guaranteed return sebesar 270% dari total dana pertanggungan selama masa asuransi berjalan. Produk ini juga diklaim aman bagi nasabah, karena termasuk manfaat santunan meninggal dunia dan cacat total selama masa asuransi berjalan.

“Dengan inovasi dan kualitas pelayanan yang kami tawarkan, kami yakin produk ini akan memberikan kontribusi untuk keseluruhan bisnis di Indonesia," tambah Peter. kbc8

Bagikan artikel ini: