Padukan edukasi dan adventure, cara HRL Internasional promosikan tanaman herbal organik

Kamis, 15 Desember 2016 | 21:38 WIB ET
Herry Wanta (dua dari kiri saat menunjukkan tanaman echinaceae yang berfungsi sebagai kekebalan tubuh.
Herry Wanta (dua dari kiri saat menunjukkan tanaman echinaceae yang berfungsi sebagai kekebalan tubuh.

MOJOKERTO, kabarbisnis.com: Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang memiliki beragam tumbuhan, termasuk juga tanaman rempah-rempah yang menjadi ciri khas negara agraris ini. Sejak zaman dahulu banyak jenis tanaman herbal yang digunakan untuk mengobati penyakit luar maupun dalam.

Ironisnya, saat ini semakin sedikit orang yang menggunakan obat herbal untuk penyembuhan penyakitnya. Mereka lebih memilih obat modern yang mengandung zat kimia, bahkan ada yang berobat sampai ke luar negeri. Padahal bila mengkonsumsi obat dalam jangka panjang bisa menimbulkan penyakit lain, belum lagi harganya yang semakin mahal. Oleh karena itu obat-obatan dari tanaman tradisional ini mungkin bisa dijadikan alternatif untuk pengobatan penyakit. Toh jenis tanaman herbal banyak dijumpai di Tanah Air.

Rendahnya pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat melatarbelakangi PT HRL Internasional untuk ikut berperan serta dalam memberikan pembelajaran dan pendekatan kepada masyarakat. Harapannya agar masyarakat lebih mengenal tanaman herbal, yang pada gilirannya bisa menjadi alternatif baik untuk pengobatan maupun dikonsumsi.

PT HRL Internasional sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor agrobisnis pertanian terpadu. Konsep pertanian terpadu ini dimaksudkan untuk meminimalisasi kontaminasi dari luar, dengan memanfaatkan siklus ekosistem dari tanaman pohon, tanaman obat dan hortikultura, peternakan penghasil pupuk serta pemanfaatan air sebagai pengembangan perikanan. Lahan pertanian dan produksi yang dikelola berada di Pacet, Mojokerto, dan di Desa Mondoluku, Kecamatan Wringin Anom, Gresik.

Kabag Quality Control HRL International, Wanda Andriyanto mengatakan, HRL Internasional telah memperoleh sertifikasi organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) yang merupakan lembaga sertifikasi pertama yang diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Oleh karenanya, melalui produksi pertanian yang dikembangkan, saat ini sudah dihasilkan sejumlah produk herbal olahan, seperti teh antibiotik, wedang uwuh, sari markisa dan masih banyak lagi.

"Dan hal menarik yang kami hadirkan adalah program edu village, dimana kami mengundang masyarakat untuk bisa melihat dan belajar di areal seluas 25 hektare. Di areal ini ada 130 jenis tanaman herbal yang dikembangkan. Silakan Anda para anak sekolah, kuliah, komunitas, atau perusahaan yang ingin belajar tentang tanaman herbal datang, tim kami siap melakukan pendampingan," katanya kepada wartawan di Taman Herbal Podo Sehat yang dikelola HRL International, di Pacet, Mojokerto, Rabu (14/12/2016).

Dipaparkannya, ada 6 program yang dikembangkan di Edu Village tersebut, yakni genesis & culture class, pet (peternakan hewan piaraan), pendekatan dengan tanaman herbal, cooking class dimana akan diajarkan membuat makanan/minuman sehat dari herbal/tanaman organik, serta adventure dimana pengunjung akan diajak bermain dan belajar mengenal alam.

"Kita akan terus menambah fasilitas yang memungkinkan untuk membuat paket-paket menarik bagi masyarakat," ujar Wanda.

Diakuinya, pihaknya memang menerapkan konsep learning by fun terutama kepada anak-anak sekolah yang rata-rata ada 1-2 kali sekolah yang datang untuk belajar ke tempatnya dalam sebulan. Namun intinya, lanjut dia, adalah di balik ini ada visi misi yang disampaikan, bahwa ada budi pekerti yang diajarkan, misalnya membedakan hewan yang biasa hidup di alam pedesaan dengan perkotaan, hingga cara memperlakukan hewan, dan sebagainya.

Sementara itu Herry Wanta, salah satu pimpinan HRL International mengutarakan, tren pengobatan herbal atau kembali ke alam yang kini kembali jadi tren menjadi momen untuk mendorong masyarakat lebih mengenal dan mencintai obat atau tanaman herbal dan organik.

"Kita akui bahwa tidak mudah mengubah mindset masyarakat. Namun ini harus dimulai, dan kami sudah melakukannya puluhan tahun lalu. Makanya pendekatan-pendekatan yang konsepnya edukatif dan menghibur atau media permainan kita kembangkan," jelas Herry yang juga Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional PT Fuboru Indonesia --sister company HRL International.

Dipaparkannya, tren dunia untuk kembali ke alam, mendorong HRL International untuk semakin berinovasi dan menerapkan teknologi ramah lingkungan di dalam proses menghasilkan produk-produk bermutu yang terstandarisasi. "Dengan visi ingin menjadi perusahaan berskala internasional, yang memadukan sains, teknologi, dan ekologi, kami mengemban misi untuk menguasai sains dan teknologi untuk menghasilkan produk bermutu, serta melakukan inovasi di bidang agroteknologi," tambahnya. kbc7

Bagikan artikel ini: