Kereta cepat Jakarta-Surabaya bakal digerakkan tenaga listrik

Minggu, 25 Desember 2016 | 12:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah sedang merencanakan proyek kereta Jakarta - Surabaya. Proyek tersebut dimaksudkan untuk mempercepat waktu tempuh perjalanan di antara dua wilayah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, kereta api Jakarta-Surabaya bakal menggunakan tenaga listrik.

Hal itu diputuskan setelah Kementerian Perhubungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan kajian awal dalam proyek kereta api Jakarta-Surabaya.

"Sudah diputuskan untuk memakai tenaga listrik, tidak diesel," ujar Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Luhut mengungkapkan, kecepatan kereta api Jakarta-Surabaya diperkirakan mencapai 160 kilometer per jam. Untuk studi kelaikan atau feasibilty study akan dikerjakan oleh BPPT, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan pihak Jepang. "Dengan kecepatan itu kira-kira 5 jam perjalan dari Jakarta ke Surabaya," tandasnya.

Luhut mengungkapkan proyek, kereta api Jakarta-Surabaya akan menghabiskan dana sebesar RP 80 triliun. "Mengenai biaya, kita ikut detail engineering. Angka yang dikeluarkan pihak Jepang sekitar Rp 102 triliun, tetapi kami putuskan pada Rp 80 triliun," ujar Luhut.

Luhut menuturkan, proyek kereta api Jakarta-Surabaya juga akan menggunakan skema Private Publik Partnership (PPP) atau Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menurut dia, pihak Jepang sudah setuju proyek Jakarta-Surabaya menggunakan Skema PPP.

"Karena nilai proyek sangat besar, jadi kita mencari kombinasi sehingga tidak memberatkan APBN kita. kelihatan Jepang juga sepakat dengan ini. Jadi tinggal finalisasi," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: