Bos-bos penyedia produk CCTV dorong pemerintah terbitkan regulasi

Jum'at, 13 Januari 2017 | 11:47 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (Aiskindo) mendorong pemerintah untuk menerbitkan regulasi pada industri sistem keamanan. Asosiasi yang menaungi penyedia produk CCTV, Alarm dan Access Control ini berharap penerbitan regulasi bisa mendorong kualitas layanan sistem keamanan yang berujung pada perbaikan sistem keamanan di Indonesia. 

"Saat ini industri sistem keamanan sedang berkembang pesat, namun hinga kini belum ada aturan baku yang mengatur industri ini. Aturan ini diharapkan bisa meningkatkan keamanan khususnya pada obyek vital negara," kata Ketua Umum Aiskindo Stefanus Ronald Juanto di sela pelantikan pengurus DPC Aiskindo Suraaya di Hotel Swiss-bel Inn Manyar Surabaya, Kamis (12/1/2017). 

 

Stefanus menambahkan, saat ini industri sistem keamanan dibanjiri produk-produk dari China dengan kualitas dan harga yang beragam. Banjirnya produk China ini sekaligus membuat harga tertekan dan mengarah pada persaingan tidak sehat. 

 

"Fokus kami adalah tetap bagaimana mempertahankan kualitas layanan khususnya pada sektor-sektor vital seperti pengamanan di gedung pemerintahan. Kami juga mendorong pelaku usaha agar tidak berkompromi dengan kualitas layanan," paparnya. 

 

Selain menjaga kualitas produk, DPP Aiskindo juga akan fokus mengambangkan SDM di industri ini dengan menggandeng pemerintah dalam pengembangan kurikulum mengenai sistem keamanan untuk siswa SMK. 

 

Industri sistem keamanan sendiri di Indonesia kini bertumbuh cukup pesat dengan perkiraan pertumbuhan mencapai diatas 10 persen tiap tahunnya. Pasarnya sendiri masih sangat luas termasuk bertumbuhnya pasar ritel untuk rumah tangga. 

 

Khusus untuk CCTV saja, pasarnya di Indonesia mencapai Rp 2 triliun per tahun. Semua produk sistem keamanan khususnya CCTV, saat ini masih diimpor dari berbagai negara diantaranya China, Taiwan, Korea, Jepang, AS, Inggris, Jerman dan Swedia. Saat ini produk asal China mendominasi dengan share sekitar 30-37%. 

 

DPP Aiskindo sendiri secara resmi dibentuk di Jakarta, 28 Desember 2016 dengan jumlah anggota saat ini sekitar 40 perusahaan. Kbc8

Bagikan artikel ini: