Banyak orang frustrasi karena media sosial, Anda salah satunya?

Jum'at, 20 Januari 2017 | 06:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Survei Kaspersky Lab menyebutkan, keberadaan jejaring sosial berdampak negatif pada banyak penggunanya. Para pengguna merasa negatif dan frustasi dengan jejaring sosial. Survei terhadap 16.750 orang di seluruh dunia itu menyebutkan, mayoritas pengguna jejaring sosial lebih sering merasakan emosi negatif dibanding efek positif.

Head of Social Media Kaspersky Lab Evgeny Chereshnev mengatakan, keinginan untuk mendapatkan tanggapan agar disukai (likes) sebanyak mungkin memainkan peran sentral dalam menimbulkan rasa negatif. Mayoritas pengguna merasa sedih atau marah ketika tidak mendapatkan banyak likes terhadap posting-annya.

Sebanyak 42% responden mengatakan merasa cemburu ketika teman-temannya mendapatkan lebih banyak likes. “Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa banyak pengguna yang merasa iri ketika melihat kehidupan temannya tampak lebih bahagia di jejaring sosial,” kata Evgency, dalam keterangannya.

Menurut dia, pada dasarnya dan awalnya, pengguna mengunjungi media sosial dengan tujuan dan alasan mendapatkan hal yang positif, termasuk merasa bahagia. Sebanyak 65% menggunakan jejaring sosial untuk tetap berhubungan dengan teman dan kolega, serta melihat posting-an yang menghibur dan lucu sebesar 60%.

Pengguna juga mencurahkan banyak waktu untuk membuat profil digitalnya dan mengisinya dengan segala macam momen positif, mengunggah hal-hal yang membuat mereka tersenyum (61%), serta mengatakan kepada teman-teman di jaringannya tentang saat-saat yang menyenangkan selama liburan 43%.

“Tetapi kenyataannya, setiap orang melakukan hal dengan tujuan yang sama. Jadi, ketika kita masuk ke jejaring sosial, kita dibombardir dengan gambar dan tulisan dari teman-teman yang juga bersenang-senang. Akhirnya, kita berkseimpulan, sepertinya, mereka lebih menikmati kehidupan daripada kita,” ujar Evgency. kbc9

Bagikan artikel ini: