Kamboja kepincut Program Sejuta Rumah di Indonesia

Rabu, 25 Januari 2017 | 09:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ternyata menarik minat negara Kamboja.

Pemerintah Kamboja menilai Program Satu Juta Rumah merupakan salah satu bentuk terobosan yang cukup baik guna menyediakan hunian bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Perwakilan Kementerian Perekonomian dan Keuangan Kamboja, Nong Piseth mengatakan rumah sederhana untuk masyarakat di Kamboja, kebanyakan tidak memiliki lahan terbuka, dan ukuran rumah sama dengan luas tanah yang ada. Misalnya,  bangunan rumah dan luas tanah hanya 35 meter persegi dengan ukuran 7 x 5 meter saja.

“Kami melihat pemerintah Indonesia banyak memberikan bantuan perumahan kepada masyarakat. Kami harap bisa mengadopsi kebijakan-kebijakan yang ada di sektor perumahan tersebut seperti Program Satu Juta Rumah,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (24/1/2017)

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin menyatakan Kementerian PUPR sangat senang dapat berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan Program Satu Juta Rumah dengan perwakilan negara lain di wilayah Asean. Menurutnya, masalah penyediaan perumahan untuk masyarakat tetap memerlukan perhatian khusus dari setiap pemerintahan.

Menurut Syarif, untuk mensukseskan program pembangunan perumahan diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dengan para pemangku kepentingan perumahan lainnya. Kerja sama dapat dilakukan dengan pengembang, perbankan, perusahaan swasta maupun masyarakat itu sendiri. Pasalnya, anggaran pemerintah yang terbatas tentunya tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan perumahan bagi masyarakatnya.

“Dalam program satu juta rumah ini selain menyediakan rumah bagi masyarakat melalui anggaran APBN seperti Rusunawa, rumah khusus rumah swadaya dan bantuan Prasarana dan Sarana Umum [PSU] bagi pengembang, pemerintah juga memberikan bantuan pembiayaan melalui Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan [FLPP] yang suku bunganya rendah yakni hanya 5%,” ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: