PTPN XI fokus perluas lahan HGU

Senin, 30 Januari 2017 | 15:28 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

Surabaya, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menargetkan mampu meraup laba hingga Rp 86 miliar sepanjang tahun 2017. Untuk menggenjot pendapatan, PTPN XI bakal memperluas lahan tanam tebu hak guna usaha (HGU) di wilayah Jember dan Pasuruan sebesar 1.100 hektar tahun ini.

Direktur Utama PTPN XI, Dolly Parlagutan Pulungan mengatakan, untuk melakukan perluasan lahan HGU ini pihaknya telah menyiapkan dana hingga Rp 1,5 triliun. "Kami sudah dapat persetujuan dari Menteri Pertanian untuk dana perluasan lahan HGU sebesar Rp1,5 triliun. Saat ini perluasan lahan HGU itu sudah memasuki tahap akhir atau pembayaran," ujarnya di Surabaya, Minggu (29/1).

Dolly mengaku perluasan lahan tanam tebu HGU ini merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan.

"Sebab, jika lahan masih milik petani kita masih melakukan bagi hasil. Sedangkan untuk HGU, sepenuhnya hasil tebu milik perseroan sehingga bisa meningkatkan pendapatan," lanjutnya.

Sementara hingga saat ini lahan tanam tebu PTPN XI mayoritas masih dikuasai oleh petani lokal. Dari total lahan tanam tebu, 65 persen lahan merupakan milik petani, sedangkan lahan tanam HGU milik PTPN XI baru mencapai 35 persen. Untuk membuat kinerja pendapatan perseroan meningkat, Dolly mengaku idealnya PTPN XI memiliki lahan tanam HGU sebesar 60 persen.

"Jika kami memiliki lahan tanam HGU hingga 60 persen, maka perseroan tak akan merugi banyak jika terjadi gagal panen. Sebab, 65 persen lahan tanam yang saat ini merupakan milik petani lokal masih kita beri dana talangan jika suatu saat terjadi kegagalan panen," beber Dolly.

Sepanjang tahun lalu, total dana talangan yang diberikan mencapai Rp 750 miliar. Dana talangan ini juga digunakan sebagai modal awal tanam hingga antisipasi gagal panen. Adanya dana talangan ini juga diharapkan memcau kinerja petani untuk meningkatkan rendemen atau kaadar gula. "Targetnya, tahun ini rendemen gula di PTPN XI mencapai 8,04 persen. Atau meningkat dari rata-rata rendemen gula tahun lalu yang hanya 7,08 persen. Naiknya target rendemn tak lepas dari kondisi cuaca yang kami prediksi lebih baik tahun ini ketimbang tahun 2016 lalu," tutupnya.kbc2

Bagikan artikel ini: