Akhir Desember 2016, dana pemda diparkir di bank tembus Rp83,85 triliun

Rabu, 1 Februari 2017 | 14:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan melaporkan simpanan dana pemerintah daerah di perbankan pada akhir Desember 2016 mencapai Rp 83,85 triliun.

Posisi tersebut turun signifikan yaitu mencapai Rp114,94 triliun dari realisasi bulan sebelumnya yang masih berada di angka Rp198,79 triliun.Mengutip data Ditjen Perimbangan Keuangan di Jakarta, Rabu (1/2/2017) mengungkapkan, tumpukan dana pemda yang menggendap di bank hingga di akhir tahun 2016 sebesr Rp 83,85 triliun atau sesuai dengan target yang telah diperkirakan sebelumnya di bawah Rp 85 triliun.

"Jumlah tersebut lebih rendah Rp 114,94 triliun dari posisinya pada November 2016 yang sebesar Rp 198,79 triliun. Jumlah tersebut juga lebih rendah Rp 15,83 triliun dari posisi simpanan pemda di perbankan pada akhir Desember 2015 yang sebesar Rp 99,68 triliun," kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Budiarso Teguh Widodo di Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Widodo menjelaskan jika dirinci, posisi saldo simpanan pemerintah Provinsi (pemprov) di perbankan pada akhir bulan Desember 2016 mencapai Rp 28,16 triliun, atau lebih rendah Rp 32,44 triliun dari posisinya pada akhir bulan sebelumnya, Rp 60,61 triliun.

Kendati demikian, jumlah simpanan pemprov tersebut lebih tinggi Rp1,37 triliun dari posisinya pada akhir periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 26,80 triliun.Kemudian, posisi saldo simpanan pemerintah Kabupaten di perbankan pada akhir bulan Desember 2016 sebesar Rp 41,47 triliun, turun Rp 64,27 triliun dari posisinya pada akhir bulan sebelumnya, Rp 105,74 triliun.

Jumlah tersebut lebih rendah Rp 12,87 triliun dari posisinya pada akhir Desember 2015 yang sebesar Rp 54,34 triliun.Sementara itu, posisi saldo simpanan atau dana menanggur pemerintah kota (pemkot) di perbankan pada akhir Desember 2016 sebesar Rp 14,21 triliun, yang berarti lebih rendah Rp 18,23 triliun dari posisinya pada akhir bulan sebelumnya yang sebesar Rp 32,44 triliun.

Jumlah tersebut juga lebih rendah sebesar Rp 4,33 triliun dari posisinya pada akhir periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 18,54 triliun.kbc11

Bagikan artikel ini: