Menteri Rini copot Dirut dan Wadirut Pertamina

Jum'at, 3 Februari 2017 | 11:53 WIB ET
Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Dwi Soetjipto
Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Dwi Soetjipto

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mulai Jumat (3/2/2017) hari ini, pucuk pimpinan PT Pertamina (Persero) kosong alias tanpa pimpinan. Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) memutuskan pemberhentian Direktur Utama Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang.

"Pemberhentian Dirut dan Wadirut mulai hari ini diberhentikan sesuai SK (Surat Keputusan) Menteri BUMN," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gatot Tri Hargo di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Gatot menjelaskan, alasan pemberhentian dikarenakan perseroan membutuhkan penyegaran management pada internal Pertamina.

"Dewan Komisaris mengatakan ini masalah leadership di Pertamina. Ke depan karena tugas Pertamina luar biasa dan sustainable manajemen harus solid dan untuk mencapai itu internal ditingkatkan dan perlu penyegaran," tegasnya.

Komunikasi tak jalan

Informasi yang beredar, pencopotan Dirut dan Wadirut Pertamina itu karena keputusan pimpinan yang dinilai lambat dalam setiap mengambil keputusan.

Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Gatot Trihargo mengatakan, komunikasi pada internal sebuah perusahaan penting. Apalagi komunikasi pada pimpinan perusahaan. "Keputusan tertunda kan menyebabkan akan memberikan dampak kinerja. Jadi komunikasi itu penting," tuturnya.

Menurutnya, pertimbangan pengambilan keputusan pemberhentian Dirut dan Wadirut Pertamina dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) memiliki sejumlah opsi. Namun yang menjadi keputusan akhir adalah memberhentikan Dirut dan Wadirut Pertamina.

"Banyak opsi (pergantian direksi perseroan). Tapi opsinya begini (mengganti Dirut dan Wadirut Pertamina)," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: