Syarat terpenuhi, SMGR optimis pabrik Rembang beroperasi bulan depan

Jum'at, 10 Februari 2017 | 09:38 WIB ET

SEMARANG, kabarbisnis.com: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah, dapat kembali beroperasi pada Maret 2017. Sebabnya, perseroan telah merevisi amdal dan mengajukannya kembali kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah pada 5 Februari. Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencabut perizinan lingkungan pabrik semen perusahaan bersandi saham SMGR di Rembang itu. Padahal, pembangunan pabrik yang menelan investasi Rp4,97 triliun itu sudah rampung sekitar 98,75% akhir tahun lalu. Pencabutan izin lingkungan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur No. 6601/4 Tahun 2017 tanggal 16 Januari 2017 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur No. 660.1/30 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik Semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. “Sesuai SK Gubernur sudah kami penuhi semuanya kalau bisa turun SK minggu ini atau minggu depan kami akan memulai lagi hal-hal yang sudah terlambat sejak 16 Januari dihentikan. Sehingga kami berharap Februari ini selesai dan sekitar Maret kami siap beroperasi,” kata Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Kamis (9/2/2017). Dengan beroperasinya pabrik berkapasitas tiga juta ton per tahun itu, pada 2017 SMGR akan memiliki kapasitas terpasang mencapai 37 juta ton. Menurutnya, jumlah tersebut termasuk kontribusi dari beroperasinya pabrik anyar di Indarung IV, Padang, Sumatra Barat dengan kapasitas yang sama seperti fasilitas produksi di Rembang. Dia menjelaskan, pada tahun lalu tingkat utilisasi perseroan mencapai 90% atau setara 33,3 juta ton dari kapasitas terpasang yang mencapai 31 juta ton. Tahun ini, tingkat utilisasi diperkirakan mencapai 33 juta ton hingga 34 juta ton. Pasalnya, kedua pabrik anyar pada tahun pertama beroperasi hanya dapat digenjot pada utilisasi maksimal sekitar 70%. kbc10

Bagikan artikel ini: