Kondensat PHE WMO pasok industri thinner dan biji plastik

Jum'at, 10 Februari 2017 | 14:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pertamina Hulu Energi West Madura Off Shore (PHE WMO), Kodeco Energy Co. Ltd. (Kodeco), PT Mandiri Madura Barat (MMB) dan PT Pertamina EP (PEP) mulai menyalurkan gas terprosesnya kepada Pertagas, sedangkan turunan gas terproses berupa kondesatnya dikembalikan ke PHE WMO yang kemudian oleh PHE WMO dijual kepada perusahaan lain.

Gas terproses yang nantinya bisa diolah menjadi elpiji sudah mulai disalurkan ke PT Pertamina Gas (Pertagas) pada 27 Januari 2017. Sedangkan kondensat hasil pemisahan gas terproses itu , yang dibeli oleh PT Pertamina-Petro Chemical (Petchem) dan mulai disalurkan kemarin, Kamis (8/2/2017) yang ditandai dengan pengiriman truk kondensat pertama dari PHE WMO kepada Petchem. Pengiriman truk pertama itu disaksikan langsung oleh President/General Manager (GM) PHE WMO, Sri Budiyani.

Menurut Sri Budiyani, penjualan kedua produk ini sebenarnya sudah direncanakan dengan matang sejak 2012 lalu. Harapannya mampu membantu memenuhi bahan baku elpiji (LPG) dalam negeri sebab 50 persennya masih dipasok dari luar. Sedangkan kondensat yang nantinya akan dikelola oleh anak perusahaan Petchem, Harindo Putra Group akan dijual ke pabrik-pabrik untuk bahan baku thinner, cat, lem, biji plastik serta pembersih baja.

"Selama ini kedua bahan ini langsung kami alirkan begitu saja ke pembeli gas kami seperti ke Pembangkit Jawa Bali (PJB) maupun PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Namun kini ada nilai tambahnya," terang Sri Budiyani, Surabaya, Surabaya, Kamis (8/2/2017) petang. Dikatakan untuk kondesat ini tata jual belinya diatur melalui berdasarkan Perjanjian Jual Beli Kondensat (PJBK). Dengan jumlah 850 Barrel Oil per Day (BOPD), namun angka ini akan terus berubah sesuai dengan produksi kondensat setiap harinya.

"Seperti hari ini saja jumlahnya malah 900 BOD karena produksi kami juga naik. Nanti akan ada 6 sampai 8 truk dari Petchem yang akan mengangkut kondesat setiap harinya," ujar Sri Budiyani.

Hal yang sama juga diamini oleh Ir. Bimo Prakoso, President Director Harindo Putra Group, dimana pihaknya bekerjasama dengan PT Pertamina untuk mendistribusikan kondesat industri hulu Pertamina kepada perusahaan yang memproduksi thinner hingga biji plastik. Saat ini kondesat lebih banyak disalurkan ke pabrik thinner dan cat yang ada di Jabodetabek dan Surabaya hingga Semarang.

Menurut Bimo, meningkatnya pengerjaan proyek infrastruktur di Tanah Air membuat peningkatan bahan baku untuk thinner yakni kondensat pun meningkat tajam. Beruntungnya, kondensat merupakan bahan yang tidak boleh di ekspor sehingga dijamin negara ketersediaannya selama industri hulu migas terus berproduksi maksimall. "Kebutuhan kondensat setiap tahun meningkat, apalagi untuk industri biji plastik butuh lebih banyak lagi. Kami berharap dengan semakin baiknya produksi hulu migas akan semakin membuat pasokan kondensat akan lebih terjamin lagi," pungkas Bimo. kbc6

Bagikan artikel ini: