The Fed beri sinyal kerek suku bunga

Kamis, 16 Februari 2017 | 08:27 WIB ET

WASHINGTON, kabarbisnis.com: Gubernur bank sentral AS Federal Reserve Janet Yellen di hadapan Kongres menyatakan tidak bijak apabila terlalu lama menunggu waktu yang pas untuk menaikkan suku bunga. Pasalnya, ekonomi AS terus tumbuh dan inflasi meningkat.

Mengutip CNBC, Rabu (15/2/2017), Yellen menyatakan meski The Fed menargetkan kenaikan suku bunga secara gradual dan menjaga kebijakan tetap akomodatif, namun memasang suku bunga agar kembali ke level normal adalah hal yang penting.

Oleh sebab itu, The Fed akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga ke depan. Pernyataan Yellen tersebut membuat reaksi pasar langsung melonjak. Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah pun langsung menanjak.

The Fed mempertahankan suku bunga hampir nol persen selama 7 tahun dan hanya menaikkan sebanyak dua kali setelah itu, yakni pada Desember 2015 dan Desember 2016. Dengan demikian, suku bunga acuan Fed Fund Rate kini berada pada level 0,5 hingga 0,75 persen.

Para trader tidak mengekspektasikan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) sesi Maret 2017. Namun, Yellen menyatakan kenaikan suku bunga akan dievaluasi pada pertemuan FOMC berikutnya.

"Menunggu terlalu lama untuk menghapus akomodasi akan menjadi tidak bijak, secara potensial menuntut FOMC menaikkan suku bunga dengan cepat, yang dapat menciptakan risiko pada pasar finansial dan mendorong ekonomi ke dalam resesi," ungkap Yellen.

Ketika menaikkan suku bunga pada Desember 2016, para anggota FOMC mengindikasikan bahwa tiga kali kenaikan cenderung akan terjadi pada 2017. Namun, para trader memprediksi The Fed hanya akan dua kali menaikkan suku bunga.

"Dalam pertemuan kami berikutnya, FOMC akan mengevaluasi apakah serapan tenaga keeja dan inflasi terus sejalan dengan ekspektasi, di mana dalam kasus ini penyesuaian Fed Fund Rate akan sesuai dilakukan," tutur Yellen. kbc10

Bagikan artikel ini: