Menkeu Sri Mulyani nilai ekonomi global kian melambat

Selasa, 21 Februari 2017 | 08:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisniscom: Menteri Keuangan (Menkeu)  Sri Mulyani Indrawati menilai kondisi global saat ini lebih menunjukkan kerumitannya mulai dari tren perlambatan ekonomi dunia hingga kebijakan-kebijakan di beberapa negara maju terutama Amerika Serikat.

Sri Mulyani dalam seminar bertajuk Problem Defisit Anggaran dan Strategi Optimalisasi Penerimaan Negara 2017 di Jakarta, Senin (20/2/2017), mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia setelah krisis global yakni dari tujuh tahun lalu relatif cenderung melambat.Kendati mulai tahun ini diperkirakan akan sedikit membaik, namun sejatinya perekonomian dunia melambat secara konstan. Volume perdagangan dunia tahun 2016 jatuh ke titik yang paling terendah setelah krisis sebelumnya.

Menteri Sri Mulyani menyatakan kenaikan suku bunga bank sentral AS dan arak kebijakan pemerintah Amerika yang kecenderungannya proteksionisme, lalu kondisi Eropa terutama terkait Brexit serta perekonomian Yunani masih dan akan menjadi perhatian semua. Sementara krisis utang Yunani diprediksi akan kembali terjadi tahun 2017 ini.

"Dalam tiga bulan ke depan, mungkin tidak akan mengagetkan kalau kita akan melihat perdebatan tentang kondisi perekonomian Yunani yang akan mengambil alih seluruh perhatian dunia," tutur Sri Mulyani

Sri Mulyani menuturkan saat ini rasio utang Yunani mencapai hampir 200 % terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Sementara, defisit fiskal Yunani ada di kisaran 4,2 % terhadap PDB.

"Yunanti tidak akan tetap berada di Eropa dengan defisit lebih dari 3 persen dan terus menerus berada di posisi yang tidak bisa mengurangi exposure utang sehingga pada suatu saat harus dilakukan restrukturisasi utang," ujarnya.

Di sisi lain, negara-negara di Uni Eropa [EU] yang menjadi penentu dalam menyelamatkan perekonomian Yunani bakal menggelar pemilihan umum tahun ini. Beberapa di antaranya yaitu Jerman, Belanda, dan Perancis. Hal itu membuat upaya penyelamatan ekonomi Yunani tahun ini menjadi semakin pelik.

"Tiga-tiganya [Jerman, Belanda, Perancis] dalam kondisi pemilihan umum sehingga tidak dalam kondisi yang cukup bebas untuk bisa menyampaikan karena biasanya dalam situasi pemilihan umum banyak sentimen-sentiman yang mengeras," ujarnya.

Guna mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global ini, kata Sri Mulyani pemerintah Indonesia akan melakukan segala upaya untuk memperkuat perekonomian domestik. Dengan demikian, Indonesia lebih tahan dan mampu meredam dampak negatif dari ketidakpastian ekonomi dunia. kbc11

Bagikan artikel ini: