Tiga inovasi layanan publik Banyuwangi ikuti kompetisi dunia yang digelar PBB

Senin, 27 Februari 2017 | 07:11 WIB ET
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

BANYUWANGI, kabarbisnis.com – Tiga inovasi pelayanan publik Pemkab Banyuwangi terpilih untuk mengikuti kompetisi inovasi  pelayanan publik tingkat dunia yang digelar oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations Public Service Awards/UNPSA) 2017 di Belanda. Ketiga inovasi tersebut adalah Sakina, Pujasera, dan "Lahir Procot Pulang Bawa Akta".

 

“Kami gembira 3 inovasi pelayanan publik ini dipercaya mewakili Indonesia pada kompetisi PBB. Kami berharap progran-program tersebut bisa mendapatkan penilaian yang baik dan ikut mengharumkan nama negara,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

 

Program Pujasera dan Sakina merupakan inovasi pelayanan publik bidang kesehatan, sedangkan "Lahir Procot Pulang Bawa Akta" di bidang kependudukan.

 

Program  Stop Angka Kematian Ibu dan Anak (Sakina) adalah inovasi yang terbukti menekan  angka kematian ibu dan bayi hingga nol di kawasan salah satu Puskesmas di Banyuwangi, dan kini direplikasi ke Puskesmas lainnya.

Inovasi kedua, yaitu Pujasera, merupakan inovasi untuk mewujudkan masyarakat bebas buang air besar (BAB) di sembarang tempat alias Open Defecation Free/ODF. Berkat inovasi ini, sejumlah desa berhasil menjadi desa ODF.

Adapun program "Lahir Procot Pulang Bawa Akta" merupakan inovasi  pembuatan akta kelahiran super cepat. Setiap bayi lahir, akta kelahirannya langsung diantarkan ke RS/puskesmas. Layanan ini telah memberi manfaat ke lebih dari 18.000 bayi sejak 2013. "Sehingga warga tidak perlu ke pusat kota untuk mengurus akta kelahiran. Ini memudahkan warga yang tinggal jauh dari pusat kota," ujar Anas.

"Kami terus membudayakan inovasi di lingkungan birokrasi agar semuanya berkelanjutan dan terlembagakan, tidak bergantung pada pimpinan atau kepala daerahnya," pungkas Bupati Anas. kbc3

 

Bagikan artikel ini: