Banyuwangi raih Harmony Award dari Kementerian Agama

Rabu, 1 Maret 2017 | 10:19 WIB ET
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat pertemuan dengan tokoh lintas agama.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat pertemuan dengan tokoh lintas agama.

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Kabupaten Banyuwangi meraih "Harmony Award" atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Agama (Kemenag) karena dinilai mampu mewujudkan kerukunan antarumat beragama dan mampu mengelola perbedaan dengan bijak. Penghargaan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko di Jakarta, belum lama ini.

Penghargaan ini diraih setelah Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenag melakukan survei ke daerah-daerah di Indonesia. Dari survei itu, disusun indeks kerukunan umat beragama hingga terpilihlah Kabupaten Banyuwangi sebagai penerima penghargaan.  

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kerukunan antarumat beragama adalah fondasi dan modal utama untuk membangun daerah menjadi lebih baik. Konflik hanya akan menguras energi masyarakat yang tidak akan menghasilkan perubahan positif.

"Sudah banyak contoh daerah atau negara yang hancur karena konflik antarumat beragama maupun antaretnis. Ngeri dampaknya. Dengan masyarakat yang rukun, kita bersama-sama melangkah ke arah yang lebih baik," ujarnya.

Anas mengatakan, Harmony Award adalah pelecut untuk terus mempertahankan kerukunan umat. "Tentu award ini bukan puncak atau akhir perjalanan dalam menjaga kerukunan, tapi merupakan mata rantai dari ikhtiar tak pernah putus untuk mewujudkan masyarakat yang senantiasa rukun dalam perbedaan. Terima kasih kepada Bapak Menteri Agama yang terus mendorong dan mengapresiasi daerah dalam mewujudkan kerukunan umat," katanya.

Menurut Anas, kerukunan umat beragama lahir dari pemahaman bahwa perbedaan adalah keniscayaan dan rahmat. Pemahaman tersebut kemudian membuahkan sikap saling menghormati dalam keragaman.

Di Banyuwangi, secara berkala Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh dan umat melakukan kegiatan-kegiatan positif secara bersama-sama, seperti terlibat dalam program pembangunan daerah, ikut menyosialisasikan pendidikan dan kesehatan, dan menyampaikan aspirasi serta kritik yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembangunan.

Bupati Anas sendiri secara berkala juga menyampaikan kinerja pembangunan kepada para tokoh agama untuk meminta masukan agar program semakin baik. "Kami juga meminta tolong kepada para pemuka agama untuk menyampaikan kepada umat melalui ceramah atau khotbah tentang berbagai hal, seperti program beasiswa, arah pembangunan, sampai imbauan untuk mengantisipasi demam berdarah," ujarnya.

Di Banyuwangi juga rutin digelar dialog antapemuda lintas agama lewat kemah bersama yang diberi nama Formula 1 (Forum Pemuda Lintas Agama Bersatu). Para pemuka agama juga dilibatkan, misalnya dalam program penguatan belajar dan aspek religi siswa yang mengajak lembaga dari beragam agama, mulai NU, Muhammadiyah, Pasraman Hindu, pemuka Kristen, Katolik, Buddha sesuai agama masing-masing siswa. kbc9

Bagikan artikel ini: