Produsen kosmetik ini incar pertumbuhan laba 20 persen

Senin, 6 Maret 2017 | 07:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Martina Berto Tbk menargetkan pertumbuhan laba bersih 20% sepanjang tahun 2017. Bagi produsen kosmetik Sariayu Martha Tilaar itu, target yang dicanangkan itu termasuk agresif. Sebab, tahun 2015 lalu bottom line mereka merah.

Tahun 2015, Martina Berto mencatatkan rugi bersih Rp 14,06 miliar. Padahal pendapatan bersih mereka masih tumbuh 3,48% menjadi Rp 694,78 miliar.

Tahun 2016 bottom line Martina Berto bisa membaik. Hanya saja, Bryan David Emil, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk, menyatakan belum bisa membeberkan besar keuntungan yang diraih karena laporan keuangan belum resmi dipublikasikan.

Yang pasti, Martina Berto berencana menggelar strategi efisiensi pengeluaran supaya mimpi kembali mengantongi untung tahun ini, terwujud. Cara yang akan ditempuh adalah menekan beban pokok penjualan.

Makanya, Martina Berto akan menyisir pengeluaran yang tak efektif. "Mulai dari segi financial cost, marketing sales expense, maupun sumber daya manusia," ujar Bryan, yang juga biasa disapa Bryan Tilaar, akhir pekan lalu.

Mengintip laporan keuangan terakhir yang dipublikaskan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu periode 30 September 2016, beban pokok penjualan tercatat Rp 237,38 miliar. Nilai beban tersebut mengempis 5,07% ketimbang periode yang sama tahun 2015 yakni Rp 250,08 miliar.

Penurunan beban pokok penjualan yang terjadi seiring dengan peningkatan penjualan bersih, membikin bottom line Martina Berto menguat. Pada kuartal III tahun lalu, laba bersih mereka meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp 8,7 miliar.

Dus, tahun 2017 Martina Berto juga akan memacu kinerja penjualan bersih. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham MBTO tersebut membidik pertumbuhan penjualan bersih 15%.

Sebagai perbandingan, Martina Berto menargetkan pertumbuhan penjualan 6,5% pada tahun 2016. Mengacu pada realisasi penjualan tahun 2015 sebesar Rp 694,78 miliar tadi, berarti target tahun lalu yakni Rp 798,99 miliar.

Demi mengejar penjualan, Martina Berto akan fokus membidik segmen pasar kosmetik menengah. Merek produk segmen ini adalah Sariayu Martha Tilaar, Biokos dan Mirabella.

Martina Berto sadar, persaingan bisnis kosmetik sangat ketat. Pasalnya, perusahaan tersebut juga berkompetisi dengan produk impor. "Kami juga berusaha tetap kompetitif, walaupun banyak produk impor berdatangan," kata Bryan.

Selain menggeber strategi internal, Martina Berto cukup optimistis dengan kondisi ekonomi tahun ini. Meskipun, prediksi mereka daya beli masyarakat belum akan melaju kencang.

Biar laju bisnis tahun ini lancar, Martina Berto menganggarkan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 10 miliar. Sumber capex berasal dari kas internal dan juga pinjaman bank. Duit akan mereka pakai untuk merawat dan merenovasi mesin serta memperkuat sistem teknologi informasi (TI).

Informasi saja, Martina Berto memiliki tiga pabrik yang tersebar di Jakarta, Bekasi dan Bogor. Kapasitas produksi ketiga pabrik tersebut lebih dari 1.500 ton produk per tahun. Hasil produksi pabrik meliputi produk perawatan tubuh dan kulit, kosmetik serta produk herbal. kbc10

Bagikan artikel ini: