Jika dibariskan, duit kerugian kasus e-KTP setara sembilan kali jarak bumi ke bulan

Jum'at, 10 Maret 2017 | 16:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gerakan Mahasiswa Kosgoro mengecam keras seluruh pelaku korupsi berjamaah pengadaan blanko e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Saking besarnya nilai yang dikorupsi, uang dugaan perkara korupsi berjamaah tersebut jika dibariskan akan mencapai jutaan kilometer.

"Kami sempat menghitung, apabila uang sebesar Rp 2,3 triliun dibariskan dalam pecahan Rp 100.000 dengan dimensi panjang 15 centimeter selembarnya, maka akan mencapai jarak sepanjang 3.450.000 kilometer," Ketua Umum DPN Gerakan Mahasiswa Kosgoro, HM Untung Kurniadi, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (10/3).

Nah, jarak bumi ke bulan saja hanya 384.400 kilometer. Sehingga, uang sebanyak itu bisa menempuh nyaris sembilan kali jarak bumi ke bulan.

Gema Kosgoro, kata Untung, juga kesal mengapa uang sebesar itu tidak digunakan untuk membangun rumah warga miskin, mengingat angka kekurangan rumah (backlog) di Indonesia sedemikian besar.

"Kami juga sempat menghitung apabila uang korupsi sebesar Rp 2,3 triliun digunakan untuk membangun rumah untuk warga miskin dengan asumsi harga kelas rumah sehat sederhana tipe bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 70 meter persegi dibandrol seharga Rp 200 juta maka uang hasil korupsi itu dapat digunakan untuk membangun 11.500 unit rumah," kata Untung.

"Gema Kosgoro mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan oknum yang terlibat dalam korupsi berjamaah tersebut sebagai tersangka," imbuh dia.

Perkara korupsi e-KTP yang merugikan keuangan negara tersebut, lanjut dia, harus segera diusut tuntas. "Bisa jadi mega proyek pemerintah lainnya juga terindikasi korupsi. Perkara korupsi e-KTP ini, bisa menjadi pintu masuk ke proyek-proyek lain yang disinyalir menjadi bancakan korupsi," ungkap Untung. kbc10

Bagikan artikel ini: