Bangun pabrik di Gresik Rp1,2 triliun, Miwon garap pasar ekspor

Jum'at, 17 Maret 2017 | 01:17 WIB ET

GRESIK, kabarbisnis.com: PT Miwon Indonesia meresmikan operasional pabrik baru yang memproduksi Corn Starch (tepung pati) dan sweetener (bahan pemanis), di Driyorejo, Gresik. Dengan investasi sebesar Rp 1,2 triliun, pasar ekspor langsung didapat dan bulan April 2017 akan melakukan pengiriman ke Filipina.

Puguh Aribowo, Plant Manager PT Miwon Indonesia mengatakan pengiriman pertama ke Filipina mencapai 2.000 ton. “Dan tahap kedua, juga akan jumlah yang sama. Di bulan April, ekspor akan mencapai sekitar 4.000 ton untuk produk corn starch,” kata Puguh, mendampingi JJ Lee, Director Indonesia Project Starch & Sweetener Business Unit dan Lim Duk Jin, President Director PT Miwon Indonesia.

Selain pasar ekspor, untuk pasar lokal, ditargetkan di bulan April sudah bisa dipasarkan sebanyak 6.000 ton. Dengan produksi mencapai 10.000 ton itu merupakan tahap pertama. Ditargetkan mulai Mei 2017, produksi bisa mencapai kapasitas pabrik yang mencapai 240 ton per hari untuk corn starch dan 210 ton per hari untuk sweetener. Bahan baku jagung untuk diolah menjadi dua jenis produk itu mencapai 240 metrik ton per hari.

Factory Director PT Miwon Indonesia, Suratman, menambahkan, pabrik baru itu memiliki luasan 5 hektar. “Fasilitas sudah modern dengan teknologi mesin produksi dari Korea Selatan, Eropa dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan peralatan pendukung dan sumber daya manusianya berasal dari lokal saja. Kami tidak punya karyawan asing atau pakai Tenaga Kerja Asing (TKA). Kalaupun ada, hanya kurang dari lima orang dan mereka bertugas sebagai transfer technologi,” jelas Suratman.

Peresmian unit usaha corn starch dan sweetener PT Miwon Indonesia ini merupakan bagian dari kegiatan diversifikasi produk PT Miwon yang saat ini masih sekitar 85 persen dari Monosodium Glutamat (MSG). Dengan keberadaan dua produk baru ini, diharapkan komposisi produk MSG menjadi 60 persen, sementara 40 persennya adalah corn starch dan sweetener.

“Pabrik ini juga akan menghasilkan produk sampingan seperti gluten meal sebanyak 12.000 ton per tahun, gluten feed 47.000 ton per tahun dan dried germ 16.000 ton. Ketiga produk sampingan ini nantinya akan banyak didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pakan ternak di Indonesia,” jelasnya. kbc9

Bagikan artikel ini: