Layani tes kesehatan, laboratorium klinik ini raup pendapatan Rp1,36 triliun

Jum'at, 17 Maret 2017 | 16:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan jasa layanan kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan Rp1,36 triliun pada 2016, tumbuh 13,4% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan meningkat 49,3% menjadi Rp88,13 miliar sepanjang 2016 dibandingkan tahun 2015. 

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan, tahun 2016 merupakan tahun yang sangat penting bagi Prodia yang berkomitmen memberikan kinerja positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan pasca pencatatan saham perdana atau initial public offering(IPO) pada awal Desember 2016 lalu.

“Kami bersyukur, tahun 2016 dapat kami lalui dengan kinerja baik, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif, termasuk berhasilnya Prodia mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. Hal ini terwujud berkat dukungan dari tim dan seluruh pemangku kepentingan di Prodia,” tutur Dewi, di Jakarta, Jumat (17/3).

Perseroan akan terus memperluas jejaring layanan dengan menjalankan inisiatif strategis untuk memperkuat daya saing Perseroan. Hingga akhir tahun 2016, Prodia telah memiliki jejaring layanan sebanyak 259 outlet Prodia, terdiri dari 129 laboratorium klinik (termasuk 4 diantaranya dengan tambahan izin dan layanan klinik Prodia Health Care/PHC), 1 PHC stand alone, 2 klinik khusus, 9 laboratorium Rumah Sakit, dan 118 Point of Care (POC) Service di klinik dokter yang tersebar di 31 Propinsi dan 106 kota di Indonesia.

Direktur Pemasaran Prodia Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan pada 2016 telah dibuka 2 layanan laboratorium rujukan berskala regional di Surabaya dan Makassar dengan kemampuan  melakukan 244 dan 136 jenis tes. Sementara, untuk penambahan jenis tes baru, sepanjang tahun 2016, Prodia telah meluncurkan 11  jenis tes pemeriksaan yang  baru  termasuk Apo E Genotype dan BCR-ABL p210 kuantitatif serta 5 paket panel pemeriksaan laboratorium. kbc3

Bagikan artikel ini: