Peringati Hari Air, Multi Bintang dukung penanaman 4.000 pohon di Mojokerto

Kamis, 23 Maret 2017 | 04:15 WIB ET

MOJOKERTO, kabarbisnis.com: Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret, PT Multi Bintang Indonesia Tbk bersama dengan Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman melakukan penanaman 4.000 pohon di  Sumber Mata Air Jubel, Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Mojokerto. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Nabung Banyu, yaitu kegiatan konservasi mata air di wilayah Mojokerto dan sekitarnya melalui reboisasi dan pemberdayaan masyarakat tepi hutan Gunung Welirang. Multi Bintang sebagai produsen minuman yang peduli pada ketersediaan air, khususnya di wilayah Mojokerto, meluncurkan program ini sejak Desember 2016 lalu. 

Kawasan Hutan Gunung Welirang dengan luas lebih dari 50.000 hektar (terdiri dari hutan konservasi, hutan lindung dan produksi) memiliki 5 sub Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menopang 60% atau setara dengan 23  juta penduduk Jawa Timur mulai dari hulu ke hilir. Sumber Jubel sebagai salah satu sumber yang berperan penting untuk mensuplai kebutuhan air bersih untuk Kabupaten/Kota Mojokerto sejak tahun 1929. Namun telah terjadi penurunan debit air sejak 3 dekade terakhir, sehingga diperlukan berbagai usaha dan dukungan berbagai pihak untuk mengembalikan debit dari 40 liter/detik kembali normal yaitu 120 liter/detik. 

“Salah satu untuk mengembalikan debit air adalah dengan menjaga vegetasi di area tangkapan air. Dengan penanaman 4.000 pohon ini dapat mengkonservasi area di sekitar mata air Jubel seluas 4 Ha,"  kata Muzaki, Manager Operasional Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS). 

“Inisiatif ini upaya positif untuk merawat keberlangsungan sumber mata air kita, khususnya di wilayah Mojokerto dan sekitarnya," kata Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. 

Dijelaskannya, bahwa proses perawatan dari tanaman yang ditanam merupakan bagian paling penting dari upaya konservasi, karena hal ini untuk memastikan target dari konservasi bisa dicapai.

Pungkasiadi menambahkan, usaha menjaga dan merawat sumbermata air ini tidak bisa dilakukan satu pihak, melainkan juga berbagai sektor, baik swasta, pemda, hingga masyarakat, dan harus berkesinambungan.  

Tercatat sebanyak 7 sekolah, mulai dari SD hingga SMA, Muspida Kab. Mojokerto, PDAM Kab. Mojokerto, Perhutani, lembaga Desa Kembang Belor, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta berbagai komunitas pecinta alam, juga turut hadir dalam kegiatan penanaman tersebut.

“Harapan kami, melalui program Nabung Banyu dapat menjadi salah satu wadah untuk mengajak pemerintah, industri dan juga masyarakat untuk sama-sama berperan, bersinergi dan terlibat menjaga daerah tangkapan sumber mata air Jubel sehingga berdampak positif bagi ketersediaan air yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Frans Rozemeijer, Brewery Manager Multi Bintang.

Perlindungan sumber daya air merupakan salah satu program keberlanjutan (sustainability) Multi Bintang. Keberlanjutan sendiri telah menjadi strategi prioritas dan bagian dari keseharian operasional bisnis perusahaan yang telah berdiri lebih dari 8 dekade di Indonesia tersebut. kbc4

Bagikan artikel ini: