Indeks saham diyakini bakal ngebut ke level 6.000 tahun ini

Jum'at, 24 Maret 2017 | 05:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai semakin kuat untuk menembus level 6.000 pada tahun ini seiring menguatnya fundamental ekonomi dan akselerasi belanja infrastruktur pemerintah. 

Kepala Riset dan Strategis Bahana Sekuritas Harry Su mengatakan, katalis positif sedang mewarnai pergerakan IHSG sejak pertengahan bulan ini. Pada perdagangan Kamis (23/3), IHSG ditutup naik 0,54% atau 29,66 poin dan mencetak level tertinggi baru sepanjang sejarah 5.563,759. 

Harry menilai hiruk-pikuk politik seiring gelaran Pilkada serentak telah mereda dan tidak lagi menjadi sentimen yang mendominasi keputusan investasi para pemilik modal di pasar modal Indonesia. Menurutnya, siapapun yang menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tidak terlalu berpengaruh terhadap persepsi investor. 

"Bahana Sekuritas meyakini perkiraan indeks mencapai level 6.000 pada akhir tahun ini semakin kuat dan bahkan level tersebut bisa terjadi sebelum akhir tahun ini," kata Harry.

Beberapa katalis yang mendukungnya, papar Harry, semakin kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, akselerasi belanja infrastruktur pemerintah, dan kemungkinan Indonesia mendapatkan rating investment grade dari lembaga pemeringkat Standard & Poors. Apalagi pada pekan ini S&P mengunjungi Indonesia untuk melakukan update rating yang akan dilakukan pada Juni mendatang. 

Pada Rabu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution telah bertemu dengan perwakilan S&P di Jakarta untuk membicarakan kembali masalah fiskal, pajak dan anggaran Indonesia. Dalam beberapa hari ke depan, S&P juga akan berbicara dengan kebijakan moneter Bank Indonesia serta dengan Menteri Keuangan. 

Harry menambahkan penaikan suku bunga The Fed tidak terlalu mempengaruhi ekonomi Indonesia. Perekonomian nasional, lanjutnya, mendapat keuntungan dari harga komoditas global yang positif dan berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke level 5,3% pada tahun ini dengan tingkat inflasi yang relatif stabil sekitar 4%. 

Lebih lanjut, Bahana Sekuritas memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) akan berada pada level 2,1% pada akhir tahun dengan cadangan devisa sekitar US$120 miliar. 

Bahana Sekuritas merekomendasikan saham PT Astra International Tbk., PT United Tractor Tbk., PT AKR Corporindo Tbk., PT Mitra Adiperkasa Tbk., dan PT Adhi Karya Tbk. untuk dikoleksi oleh investor. kbc10

Bagikan artikel ini: