PLN raup laba bersih Rp10,5 triliun sepanjang 2016

Kamis, 6 April 2017 | 08:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN mencatatkan laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 10,5 triliun. Pencapaian tersebut turun dibandingkan laba bersih 2015 yang sebesar Rp 15,6 triliun.

Penurunan laba bersih tersebut terjadi terutama karena PLN berusaha untuk terus memberikan tarif yang kompetitif bagi masyarakat dan dunia usaha.

Selain itu, PLN juga mengikuti tax amnesty untuk mendukung program pemerintah, sehingga beban pajak tahun 2016 meningkat cukup signifikan. "Beban pajak kita pada 2016 Rp 5 triliun," kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Nilai penjualan tenaga listrik PLN selama tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,3 triliun atau 2,05 persen menjadi Rp 214,1 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 209,8 triliun.

Pertumbuhan penjualan ini berasal dari kenaikan volume penjualan menjadi sebesar 216 Terra Watt hour (TWh) atau naik 6,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 202,8 TWh.

Peningkatan penjualan tersebut sejalan dengan keberhasilan PLN di tahun 2016 menambah kapasitas  pembangkit sebesar 3.714 MW yang berasal dari Pembangkit PLN sebesar 1.932 MW dan tambahan  kapasitas dari Independent Power Producer (IPP) sebesar 1.782 MW, serta menyelesaikan 2.859 kilometer sirkuit (kms) jaringan transmisi dan Gardu Induk sebesar 14.123 MVA.

Terkait dengan setoran dividen ke pemerintah, PLN belum melakukan pembahasan terkait besarannya. "Belum, nanti kita putuskan dalam RUPS," tutur Sofyan.

Mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) ini menyebutkan, pada tahun lalu perseroan telah menyetorkan dividen hampir Rp 4 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: