Misbakhun desak Live.me dan Bigo Live diblokir, setuju atau tidak?

Jum'at, 7 April 2017 | 05:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait isu-isu penting dan strategis dalam revisi Undang Undang Penyiaran. Saat sesi tanya jawab, anggota Baleg dari Fraksi Golkar, Mukhamad Misbakhun mengkritik keras layanan streaming dan siaran Live.me dan Bigo Live yang justru memberikan daya rusak tatanan dan konstruksi sosial budaya Indonesia.

Misbakhun mengingatkan Menkominfo sebagai pemegang otoritas Pemerintah agar benar-benar memperhatikan dampaknya. Hal ini mengingat ada wacana pemerintah akan menutup Bigo Live beberapa waktu lalu. Dia juga meminta tayangan Live.me perlu ikut diblokir permanen.

“Saya mendukung keseriusan Pemerintah menutup tayangan tersebut sembari menata regulasi yang sesuai dengan nilai kemasyarakatan Indonesia,” kata Misbakhun.

Misbakhun juga mempertanyakan manfaatnya tayangan Live.me dan Bigo Live bagi Indonesia. Secara ekonomi, sambung dia, Negara kita tidak dapat apa-apa, pajak tidak ada, demikian juga secara edukasi tidak dapat. Justru yang ada konstruksi tatanan sosial kita terdistorsi.

"Lantas mereka yang dapat untungnya. Karena tidak ada manfaat dan lebih banyak mudharatnya, maka Live.me dan Bigo Live layak diblokir oleh pemerintah," tegas Misbakhun.

Misbakhun pun mengingatkan Menkominfo supaya menjalankan prinsip Trisakti dan visi Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia yang sesuai dengan jiwa Konstitusional dan semangat Pancasila.

“Inilah yang bisa saya sampaikan terkait revisi UU Penyiaran,” tukas dia.

Sebelumnya, Kominfo telah memblokir Domain Name System (DNS) Bigo Live sejak Desember 2016. Namun, Per 13 Januari 2017, blokir itu dibuka kembali. Kominfo menjelaskan, langkah buka blokir itu dilakukan mengingat Bigo Live telah menjalankan persyaratan yang ditentukan Kominfo. kbc4

Bagikan artikel ini: