Meski indeks konsumen membaik, tarif listrik belum layak naik

Jum'at, 7 April 2017 | 08:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hasil survei konsumen oleh Bank Indonesia (BI) mengindikasikan optimisme konsumen Maret 2017 meningkat. Bahkan indeks keyakinan konsumen (IKK) bulan lalu menjadi IKK tertinggi sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Hasil survei tersebut menunjukkan, IKK Maret 2017 sebesar 121,5, melesai 4,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan IKK terjadi karena peningkatan indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) sebesar 3,5 poin menjadi 108,7 dan peningkatan indeks ekspektasi konsumen (IEK) enam bulan mendatang (September 2017) 5,3 poin menjadi 134,4.

Peningkatan IKE dan IEK tersebut, didorong oleh seluruh indeks komponen pembentuknya, termasuk indeks penghasilan dan ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan, setelah turun di Februari lalu. Meski demikian, indeks penghasilan saat ini masih perlu diperhatikan lantaran masih berada di level pesimistis (di bawah 100).

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, peningkatan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, kemungkinan dipengaruhi oleh dekatnya musim puasa yang jatuh pada Mei mendatang. Di sisi lain, peningkatan indeks penghasilan bisa jadi karena mulai berkurangnya dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Namun menurutnya, indeks penghasilan saat ini juga masih perlu diperhatikan pemerintah lantaran masih berada di level pesimistis (di bawah 100). "Kalau indeks penghasilan bulan depan masih naik, artinya konsumsi ada perbaikan. Tetapi kalau kembali turun, pemerintah perlu pertimbangkan apakah kenaikan TDL diperlukan di Mei nanti," kata Lana seperti dikutip dari Kontan, Kamis (6/4/2017).

Sementara itu, peningkatan optimisme konsumen terhadap kondisi enam bulan mendatang dipengaruhi oleh ekspektasi gencarnya belanja pemerintah di September nanti. Sesuai dengan polanya lanjut Lana, pengeluaran pemerintah baru mulai agresif di kuartal ketiga dan keempat nanti. kbc10

Bagikan artikel ini: