BI Jatim: Optimisme konsumsi di Kota Surabaya berlanjut

Selasa, 11 April 2017 | 21:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mencatat tingkat konsumsi masyarakat kota Surabaya bulan Maret 2017 relatif terjaga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan hal ini terindikasi dari hasil survei konsumen BI Jatim yang menunjukkan optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian Indonesia tetap berlanjut.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2017 berada pada level optimis yaitu sebesar 119,2 poin, meskipun melemah 1,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya. “Pelemahan IKK tersebut bersumber dari pelemahan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar -2,8 poin. Sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terpantau stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” ujar Difi, Selasa (11/4/2017).

IKE Maret 2017 tercatat optimis di level 111,5 poin, meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, ditopang oleh indikator pengeluaran pembelian barang tahan lama yang menguat 11,4 poin menjadi sebesar 122,4 poin. Sementara itu, IEK bulan Maret 2017 terpantau stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 126,9 poin ditopang oleh menguatnya indikator ekspektasi kondisi ekonomi Indonesia 6 bulan yang akan datang sebesar 8,8 poin menjadi 128,8 poin. Indikator ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 6 bulan yang akan datang dan indikator penghasilan 6 bulan yang akan datang berada pada level optimis, masing-masing sebesar 106,8 poin dan 145,2 poin.

Hasil survei konsumen memperkirakan tekanan harga pada 3 bulan mendatang cenderung meningkat, terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan mendatang sebesar 184,6 poin, naik 6,6 poin dari bulan sebelumnya. Peningkatan harga 3 bulan yang akan datang utamanya didorong oleh kelompok peralatan rumah tangga. Sedangkan, kelompok barang yang memiliki tingkat ekspektasi kenaikan harga tertinggi adalah kelompok makanan dan kelompok energi. Di sisi lain, tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang diperkirakan menurun sebagaimana tercermin dari penurunan IEH 6 bulan mendatang sebesar 3,8 poin menjadi 185,2 dibanding hasil survei sebelumnya. Dari sisi kondisi keuangan rumah tangga, konsumen memperkirakan jumlah tabungan dan pinjaman pada 6 bulan mendatang masih meningkat dibanding hasil survei bulan sebelumnya.

Sejalan dengan optimisme survei konsumen, hasil survei penjualan eceran BI Jatim menunjukkan ekspektasi peningkatan penjualan ritel pada bulan Maret 2017, yang tercermin dari meningkatnya indeks ekspektasi penjualan eceran menjadi 7,63% (mtm) lebih tinggi dibandingkan Indeks Riil Penjualan Eceran (IRPE) bulan Februari 2017 yang tercatat naik sebesar 2,39%. Seluruh kelompok barang mencatatkan peningkatan permintaan, utamanya pada kelompok barang perlengkapan rumah tangga lainnya dan barang lainnya yang tumbuh masing-masing sebesar 19,05% (mtm) dan 14,90% (mtm). Peningkatan ekspektasi penjualan kelompok barang lainnya diyakini sejalan dengan banyaknya rencana promo yang akan dilakukan pada Maret 2017 utamanya sub kelompok pakaian jadi, tas, dompet, koper & ransel, farmasi, serta kosmetik.

Optimisme penjualan ritel diperkirakan berlanjut sampai dengan bulan Juni 2017. Hal ini diperkuat oleh indeks ekspektasi penjualan terhadap kenaikan penjualan pada periode 3 bulan yang akan datang (Juni 2017) tercatat naik 1,43 poin menjadi sebesar 114,29. Ekspektasi meningkatnya permintaan pada bulan Juni dipengaruhi oleh faktor seasonal Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang jatuh pada minggu terakhir Juni 2017. kbc8

Bagikan artikel ini: