Iwapi Jatim peduli bencana longsor di Ponorogo dan Nganjuk

Rabu, 12 April 2017 | 10:47 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Longsor yang menerjang Desa Banaran Kec. Pulung Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat. Akibat dari bencana tanah longsor tersebut, puluhan rumah rusak, puluhan orang masih tertimbun tanah dan belasan warga mengalami luka-luka yang harus dirawat di puskesmas terdekat.

Tak berhenti di situ, bencana longsor juga menimpa Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Kondisi ini membuat sejumlah masyarakat ikut prihatin. Seperti yang dilakukan jajaran pengurus dan anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) DPD Jawa Timur.

Di bawah kepemimpinan Susmiati Rahmawati selaku Ketua Umum, DPD Iwapi Jatim melakukan bakti sosial ke Ponorogo dan Nganjuk.

Wakil Ketua Bidang Humas Iwapi Jawa Timur, Liliek Endang Suparni menuturkan, kegiatan tersebut didasari oleh keprihatinan para wanita pengusaha atas musibah yang terjadi di Ponorogo dan Nganjuk, sekaligus meringankan beban keluarga korban.

"Keprihatinan ibu-ibu melihat berita dan video kiriman relawan yang sangat menyayat itu mnjadikan kami semua sangat prihatin dan segera mengoordinir anggota untuk pengumpulan bantuan. Dan alhamdulillah dalam waktu dua hari bantuan sudah terkumpul dan kami lagsung serahkan ke lokasi," katanya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/4/2017).

Diakuinya, bantuan berupa baju layak pakai, beras, handuk, mukena, dan sebagainya tersebut diharapkan bisa membantu pemerintah dan meringankan beban kebutuhan keluarga korban termasuk relawan.

Bantuan kepada keluarga korban juga diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua Umum Iwapi Jatim Bidang Sosial, Nurhayati.

"Kami selain aktif memberdayakan para wanita dalam berusaha, juga secara rutin melakukan bakti sosial ketika ada bencana atau momen-momen keagamaan. Ini juga sebagai motivasi kepada anggota, pengusaha, dan masyarakat untuk ikut turut serta peduli terhadap korban, keluarga dan relawan bencana longsor Ponorogo dan Nganjuk," jelas Nurhayati. kbc7

Bagikan artikel ini: