CDB siap cairkan pinjaman proyek kereta cepat Jakarta-Bandung

Selasa, 18 April 2017 | 21:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Setelah lama tidak terdengar kabarnya,nampaknya pembangunan proyek kereta cepat Bandung –Jakarta segera terlaksana.China Development Bank (CDB) telah menyiapkan pinjaman sebesar US$ 5,9 miliar atau Rp 13,3 triliun

 

Pembangunan proyek kereta cepat Bandung-Jakarta akan segera dilaksanakan menyusul pinjaman tahap pertama dari China Development Bank (CDB) sebesar US$1 miliar dari total US$5,9 miliar, atau sekitar Rp 13,3 triliun (kurs Rp 13.300) segera cair.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan komitmen pinjaman dari CDB itu akan dicairkan secara bertahap mulai Mei 2017 mendatang senilai US$ 1 miliar. CDB memang mensyaratkan adanya revisi Peraturan Pemerintah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Rencananya, dana tersebut menurutnya untuk konstruksi dan pembebasan lahan.

Bleid ini, kata Rini juga sudah diteken Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly. Peraturan itu sendiri penting sebagai payung hukum dalam pembangunan jalur kereta api Jakarta-Bandung. "Sebetulnya target kita kan gini, engineering contractor procurement agreement-nya kan sudah selesai. Dari kontraktor China dan Wika sebetulnya sudah bisa memulai tanpa ada dana dari CDB. Tetapi kemungkinan pertama itu US$ 1 miliar," kata Rini Jakarta, Selasa (18/4/2017).

 

Sebagai informasi saja, Kementerian BUMN mengumumkan ada perubahan signifikan dalam proyek kereta cepat Jakarta Bandung ini. Salah satunya adalah sebagian besar jalur kereta tersebut akan dibangun melayang (elevated). Belum lagi pembangunan terowongan. Sehingga dana pembangunan membengkak lebih dari Rp 10 triliun.

 

Sementara itu, total proyek kereta cepat Jakarta-Bandung awalnya menghabiskan dana sekitar US$ 5,130 miliar. Dengan adanya perubahan skema pembangunan ini, maka proyek kereta cepat membutuhkan dana US $ 5,998 miliar. Kendati begitu, CDB tetap berkomitmen memberikan pinjaman.kbc11

Bagikan artikel ini: