PermataBank catat laba Rp453 miliar di kuartal I

Rabu, 19 April 2017 | 10:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Permata Tbk (PermataBank) hingga kuartal I-2017 membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 453 miliar. Peningkatan ini jauh lebih baik dibandingkan kerugian sebesar Rp 376 miliar pada periode yang sama di tahun 2016.

"Membaiknya kinerja dilakukan dengan menekan NPL, menggenjot pendapatan dari bisnis utama serta penjualan aset yang bermasalah," kata Direktur Utama PermataBank, Ridha DM Wirakusumah dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4/2017).

Dia mengatakan, PermataBank mengambil langkah proaktif untuk mengelola kualitas aset melalui restrukturisasi dan rehabilitasi, mempercepat pemulihan kredit dan menjual sebagian portofolio NPL. Hal ini telah menghasilkan peningkatan pada kualitas aset, dimana rasio NPL Gross tercatat sebesar 6,4 persen per 31 Maret 2017, turun dari 8,8 persen pada Desember 2016. Sedangkan rasio NPL Net tetap di kisaran 2,2 persen.

Fokus pengelolaan risiko dan NPL mengakibatkan perlambatan kredit dimana turun 22 persen year on year (YoY) menjadi Rp 95,4 triliun dari Rp 122,7 triliun di akhir Maret 2016. Di sisi lain untuk menjaga likuiditas yang sehat, PermataBank meningkatkan saldo CASA sebesar 13 persen sehingga rasio CASA meningkat menjadi 46 persen dibandingkan 38 persen tahun lalu. "Penurunan kredit menjadi penyebab utama NIM lebih rendah yaitu sebesar 3,5 persen, dibandingkan 3,9 persen pada akhir Maret 2016," kata Ridha.

Sementara pendapatan berbasis biaya (fee-based income) yang kuat mengkompensasi penurunan margin sehingga menghasilkan total pendapatan Rp 2,4 triliun, tumbuh 11 persen yoy dibanding tahun sebelumnya. Pembiayaan syariah mencatat pertumbuhan positif 4 persen di Maret 2017, dan PermataBank juga mencatat pertumbuhan CASA yang kuat sebesar 49 persen.

Adapun pencadangan kredit sebesar Rp 670 miliar pada kuartal I-2017 tercatat 57 persen lebih rendah dibandingkan Rp 1,5 triliun tahun lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: