Safari silaturahim ke ulama, La Nyalla kunjungi Ponpes Shiddiqiyyah Ploso

Senin, 24 April 2017 | 17:50 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sejumlah pengurus La Nyalla Academia bersama sang pendiri, Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti, pada Minggu malam (23/4/17) melakukan silaturahim ke pondok pesantren Shiddiqiyyah, Ploso – Jombang, sebagai bagian dari safari kunjungannya ke beberapa ulama dan pimpinan pondok pesantren – jelang Ramadhan yang akan dimulai pada pengujung Mei 2017.

Kepada pers, La Nyalla menyatakan silaturahim ke sejumlah kiai biasa dilakukan La Nyalla Academia setiap menjelang  Ramadhan. Kebetulan di ponpes Shiddiqiyyah, Ploso pada Minggu malam (23/4/17) sedang dilaksanakan peringatan Isra Miraj, sehingga dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi, Mursyid (Guru Besar) Thoriqoh Shiddiqiyyah.

“Kehadiran rombongan La Nyalla Academia di sini tidak ada agenda khusus. Semata-mata menhadiri acara Isra’ Mi’raj serta meminta doa dan keberkahan dari Kyai Muchtar sebagai kyai sepuh pimpinan ponpes Shiddiqiyyah,” kata La Nyalla di sela kunjungannya di Ploso, Jombang.

Menurut La Nyalla, dalam dinamika kehidupan yang serba moderen dan semakin penuh tantangan, tidak ada tempat lain untuk meminta petunjuk selain kepada para ulama. “Kami meminta petunjuk, doa dan keberkahan dari Kyai Muchtar agar selamat dunia-akherat. Kami juga mendoakan, mudah-mudahan di usia beliau yang sudah sepuh tetap diberi kesehatan agar bisa terus mengajarkan ibadah/ilmu untuk kemaslahatan ummat.”

Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi yang lahir pada 28 Agustus 1928 (89 tahun) adalah salah satu dari sedikit jumlah kyai sepuh yang saat ini ada di Jatim. Kyai Muchtar memiliki nasab yang jelas secara garis keturunan, kaya pengetahuan, pemahaman ilmu agama yang luas, dan sosoknya dikenal kharismatik.  Kyai Muchtar merupakan putra dari pasangan suami isteri H. Abdul Mu'thi bin Kyai Ahmad Syuhada dari Demak dan Nyai Nashihah binti Abdul Karimberasal dari Pati.

Kyai Muchtar mendapat pendidikan khusus dan pengajaran Thoriqoh dari Sheikh Ahmad Syuaib Jamali Al Bateni selama bertahun-tahun sejak 1959 dan terus mengajarkan kembali Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada masyarakat, yang pada perkembangannya (thoriqoh tersebut) kini sudah tersebar ke berbagai pelosok tanah air, bahkan ke sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam – dengan jumlah jutaan pengikut (murid).

La Nyalla mengaku banyak belajar dan diskusi dengan para ulama –termasuk dengan Kyai Muchtar – khususnya tentang ekonomi keummatan, terkait kapasitasnya sebagai Ketua Kadin Provinsi yang nota-bene (lembaga tersebut/Kadin) merupakan salah satu stake holder pembangunan perekonomian secara umum.

Pekan lalu (Selasa, 18/4/17) La Nyalla juga melakukan silaturahmi dengan para kyai dan jajaran pimpinan Nahdlatul Ulama (PWNU)  Jatim, yang diterima langsung oleh Ketua Tanfidz (PW NU Jatim) KH Hasan Mutawakkil Alallah. La Nyalla yang saat itu didampingi pengurus Kadin Jatim mendorong sinergi untuk penguatan ekonomi umat, terutama kaum Nahdliyin.

Hasilnya, pada Kamis (20/4/17) antara Kadin Jatim dan PW NU Jatim mengkongkritkan kerjasama pengelolaan dan pengembangan BPR Syariah. “Sementara satu BPR Syariah. Mudah-mudahan nantinya terus berkembang, termasuk sektor-sektor ekonomi keummatan lainnya,” kata La Nyalla.

La Nyalla menampik jika kunjungan/silaturahmi ke para ulama dan pimpinan ponpes dan NU dikaitkan dengan pemberitaan mengenai banyaknya dorongan publik – termasuk dari sejumlah ulama – agar dirinya berkenan maju atau ikut running pada Pilgub Jatim 2018. “Saya belum terpikir ke arah sana (pilgub). Meskipun banyak dorongan dari masyarakat dan ulama, saya tidak bisa serta-merta memanfaatkannya. Saya harus meminta petunjuk terlebih dahulu kepada Allah melalui istikharah,” katanya.

La Nyalla didorong banyak pihak untuk maju di Pilgub Jatim 2018 karena latar belakangnya yang dinilai memiliki pengalaman luas, kepemimpinannya tegas, keberpihakan yang tinggi terhadap nasib masyarakat kelas bawah, serta sudah teruji mampu menghadapi berbagai rintangan, ujian dan cobaan, termasuk saat dirinya menjabat Ketua Umum PSSI, yang  dihambat oleh kekuatan besar dalam menyehatkan persepak-bolaan nasional. kbc9

Bagikan artikel ini: