Sriwijaya Air garap rute Semarang-Makassar

Kamis, 27 April 2017 | 08:52 WIB ET

Maskapai Sriwijaya Air membuka rute penerbangan baru Makassar-Semarang pergi pulang (PP) mulai 28 April 2017. Rute baru ini merupakan penerbangan langsung dan akan dilayani satu kali setiap hari.

Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menyatakan, hadirnya rute baru ini dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan yang hendak melakukan perjalanan dari Makassar ke Semarang maupun sebaliknya.

"Hadirnya rute baru Sriwijaya Air ini nantinya akan memberikan kemudahan dan mempersingkat waktu perjalanan seluruh pelanggan karena tidak perlu singgah atau berhenti di kota lainnya terlebih dahulu," kata Agus dalam siaran pers.

Adapun jadwal penerbangannya rute baru ini yaitu dari Makassar berangkat pukul 18.10 WITA, tiba di Semarang pukul 18.55 WIB. Sedangkan, rute sebaliknya, dari Semarang berangkat pukul 19.30 WIB, tiba di Makassar pukul 22.15 WITA. Adapun armada yang digunakan untuk rute Makassar - Semarang PP yaitu pesawat berkapasitas 188 kursi yakni Boeing 737 800NG.

Arus perjalanan antara dua kota tersebut cukup tinggi. Di satu sisi, sambung Agus, berkembangnya Semarang sebagai destinasi wisata dan perannya sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia cukup banyak mengundang perhatian dan diminati oleh para akademisi maupun wisatawan asal Makassar dan sekitarnya.

Sedangkan, untuk arus sebaliknya, jumlah pekerja asal Semarang yang mencari nafkah di Makassar maupun beberapa kota lain di bagian timur Indonesia terhitung cukup banyak.

Dengan demikian, menurut Agus, diresmikannya rute baru Makassar – Semarang PP milik Sriwijaya Air ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung perkembangan ekonomi nasional dan industri pariwisata, serta menjadi tonggak bagi arus orang dan barang di Indonesia.

"Penerbangan dari Semarang ke Makassar memiliki jaringan penerbangan lanjutan ke berbagai destinasi Sriwijaya Air yang ada di tanah Papua maupun wilayah timur lainnya. Dengan demikian, jarak dari Semarang ke bagian paling ujung Indonesia menjadi lebih dekat," terang Agus. kbc3

Bagikan artikel ini: