Permintaan tinggi, banyak lahan pertanian berubah jadi perumahan

Kamis, 27 April 2017 | 10:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tingginya permintaan hunian di Jawa mendorong maraknya alih fungsi lahan pertanian untuk pemukiman yang dapat berimbas negatif untuk lingkungan.

President Director Synthesis, Budi Yanto Lusli mengatakan, alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan perumahan akan memberikan dampak yang cukup besar. Saat ini, sudah banyak lahan pertanian di Jawa yang telah dikonversi menjadi hunian.

“Setiap tahun lahan pertanian turun 700 ribu hektare. Lahan pertanian hilang karena perkembangan kawasan kota," katanya saat Media Gathering di Sentul, Bogor, Rabu (26/4/2017).

Budi menuturkan banyak lahann pertanian yang dijadikan perumahan, sehingga mendorong pengambilalihan lahan hutan untuk pertanian. Hal itu kemudian menyebabkan sejumlah bencana alam, seperti banjir dan longsor.

Selain itu Jakarta dan kawasan penyangganya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, juga sudah memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

“Pulau Jawa itu sangat padat. Paling padat di Indonesia, karena ada 500—1.000 jiwa per km2, sedangkan Papua, Kalimantan, dan Sulawesi masih cukup renggang,” ujarnya.

Dia pun menyarankan agar pembangunan tempat tinggal difokuskan ke arah vertikal, seperti apartemen dan rumah susun. kbc10

Bagikan artikel ini: