Penjahit Zara dan Guess ini raup laba Rp235 miliar

Rabu, 3 Mei 2017 | 07:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex mencatatkan raihan positif di tiga bulan pertama 2017. Perusahaan tekstil dan garmen itu mencatat laba bersih US$ 17,7 juta (Rp 235,4 miliar) di kuartal I-2017, naik 7,8% dari periode yang sama tahun lalu.

Penjahit produk Zara dan Guess ini meraup pendapatan US$ 180,2 juta di kuartal I-2017 atau naik 6,8% dari kuartal I-2016 sebesar US$ 168,7 juta.

Direktur Utama SRIL, Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, peningkatan tersebut terutama disumbangkan dari segmen pakaian jadi yang meningkat sebesar 150,3% selama kuartal I-2017, dibandingkan penjualan di tahun sebelumnya.

Pesanan dari pelanggan sangat besar dan langsung dapat dipenuhi lini produksi dari penambahan kapasitas produksi yang telah dilakukan perusahaan tekstil dan garmen terbesar se-Asia Tenggara itu.

"Kami berhasil mencatatkan penjualan sebesar US$ 180,2 juta pada kuartal I-2017, meningkat sebesar US$ 11,5 juta atau 6,8% jika dibandingkan dengan kuartal I-2016," jelas Iwan.

Emiten berkode SRIL itu menargetkan pertumbuhan penjualan 8-12% selama 2017. Target tersebut bisa dicapai dengan kapasitas produksi yang ada saat ini. "Dengan dukungan pesanan dari pelanggan serta tersedianya kapasitas produksi, kami optimistis dapat mencapai target tersebut," kata Iwan.

Iwan mengungkapkan Sritex juga menerapkan strategi untuk menormalisasikan kapasitas produksi yang baru serta melakukan inovasi pengembangan produk-produk yang bernilai tambah tinggi terutama pada kain jadi dan pakaian jadi.

Peningkatan kapasitas produksi guna menopang permintaan pelanggan, lanjut Iwan, menyebabkan penjualan dari kain jadi dan garmen juga meningkat 38% (US$ 24 juta) di kuartal I-2017 menjadi US$ 87,9 juta dibandingkan kuartal I-2016 sebesar US$63,5 juta.

Kontribusi kedua segmen terhadap total penjualan juga meningkat. Jika pada kuartal I-2016 kontribusi dari kedua produk tersebut adalah US$ 63,5 juta atau sebesar 38% dari total penjualan, sedangkan pada kuartal I-2017 meningkat menjadi sebesar US$ 87,9 juta atau 48% dari total penjualan.

Peningkatan penjualan sebesar 38% dari kedua produk tersebut terutama dari produk pakaian jadi yang meningkat sebesar 150%, sedangkan untuk produk kain jadi sedikit mengalami penurunan akibat kapasitas produksi yang baru akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2017.

Strategi SRIL untuk melakukan efisiensi pada proses produksi dan biaya-biaya pada 2016 terus menunjukkan hasil. "Terjadi peningkatan margin laba operasi di kuartal I 2017 menjadi 18,5% di bandingkan kuartal I-2016 sebesar 16,9%," jelas Iwan.

Menurut dia, strategi yang telah dijalankan selama 2016 terus berlanjut di 2017. Selama 2017, SRIL memfokuskan strategi pada upaya normalisasi kapasitas produksi yang baru, efisiensi produksi dan operasional, inovasi pengembangan produk yang bernilai tambah tinggi, pengembangan dan peningkatan SDM, serta memperkuat struktur modal dan likuiditas.

Terkait dengan perluasan pasar ekspor, dia menyatakan bahwa program tersebut cukup berhasil mengingat adanya peningkatan kontribusi penjualan ekspor menjadi 53% dari total penjualan selama kuartal I-2017 dari sebelumya 49%.

"Dengan bertambahnya kapasitas produksi, maka di tahun 2017 kami menargetkan penjualan ekspor bisa berkontribusi sampai 56% dari total penjualan. Selain itu, kami juga mengembangkan pasar ekspor baru dengan menambah portofolio pelanggan global," tegasnya.

Penambahan portfolio pelanggan global tersebut didukung oleh program diversifikasi perusahaan yang mengembangkan inovasi produk-produk baru seperti: tas, ransel, sleeping bag, sarung tangan, tenda, IPP set (Integrated Personal Protection set) yang digunakan oleh tentara khusus, pakaian CBRN (chemical, biological, radiation and nuclear) dan juga pakaian anti-stain yang digunakan oleh juru masak serta produk-produk lainnya.

"Sedangkan untuk pakaian militer, Perseroan telah memproduksi pakaian militer dengan spesifikasi tinggi seperti anti-infra merah, anti nyamuk, anti bakteri, tahan api dan tahan basah," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: