Kembali melambat, ekspor Jatim turun 9,26%

Rabu, 17 Mei 2017 | 15:50 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dampak dari lesunya perekonomian dunia kiranya masih belum tuntas. Bahkan di bulan Apr kemarin, akibat menurunnya permintaan dari sejumlah negara tujuan, ekspor Jatim kembali terhempas dan mengalami penurunan sekitar 9,26%.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, nilai ekspor Jawa Timur bulan April 2017 mencapai US$ 1,621 miliar atau turun 9,26% dibanding ekspor bulan Maret 2017 yang mencapai US$ 1,786 miliar. Sementara secara kumulatif, nilai ekspor Januari sampai April tahun 2017 mencapai US$ 6,301 miliar atau turun 5,22% dibanding ekspor periode yang sama tahun 2016 yang mencapai US$ 6,648 miliar.

“Baik ekspor migas maupun non migas, semuanya turun,” kata Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono di Surabaya, Selasa (16/5/2017).

Untuk ekspor migas Jawa Timur, bulan April 2017 mencapai US$ 57,93 juta atau turun 66,85% dibanding ekspor migas bulan Maret 2017 yang mencapai US$ 174,76 juta. Sedangkan selama Januari sampai April 2017 ekspor migas mencapai US$ 408,18 juta atau naik 63,67% dibanding ekspor migas periode yang sama tahun 2016 yang mencapai US$ 249,40 juta.

Sementara ekspor non migas Jawa Timur bulan April 2017 mencapai US$ 1.563,51 juta atau turun 3,01% dibanding ekspor non migas bulan Maret 2017 yang mencapai US$ 1.612,10 juta. Sedangkan selama Januari sampai April 2017 ekspor non migas mencapai US$ 5.892,98 juta atau turun 3,01% dibanding ekspor non migas periode yang sama tahun 2016 yang mencapai US$ 6.399,02 juta.

“Selama bulan April 2017 ekspor non migas Jawa Timur didominasi oleh kelompok perhiasan/permata dengan nilai US$ 385,17 juta, diikuti lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 105,87 juta, kayu dan barang dari kayu sebesar US$ 99,27 juta, ikan dan udang sebesar US$ 89,22 juta, serta kertas/karton sebesar US$ 68,43 juta,” tambahnya.

Adapun komoditi utama ekspor non migas Jatim adalah dari kelompok barang perhiasan/permata (HS 71) adalah perhiasan logam mulia lainnya senilai US$ 368,17 juta yang naik 6,69% dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan di kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) komoditi utamanya adalah minyak kelapa sawit dimurnikan, dikeringkan dan dihilangkan baunya dalam kemasan dengan berat bersih tidak melebihi 20 kg, senilai US$ 36,77 juta, turun 22,87% dibandingkan bulan sebelumnya.

“Sedangkan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) komoditi utamanya adalah kayu termasuk strip dan frieze dari non konifer lainnya untuk lantai papan, senilai US$ 39,32 juta atau naik 6,62% dibandingkan bulan Maret 2017,” tambahnya.

Negara tujuan ekspor produk non migas Jawa Timur bulan April 2017 yang terbesar adalah Jepang, dengan nilai ekspor mencapai US$ 183,72 juta, diikuti Swiss dengan nilai ekspor sebesar US$ 180,79 juta, dan berikutnya Singapura dengan nilai ekspor US$ 175,27 juta.

Sedangkan untuk negara ASEAN tujuan ekspor komoditi non migas utama Jawa Timur adalah Singapura dengan nilai ekspor mencapai US$ 175,27 juta, selanjutnya diikuti Malaysia dengan nilai US$ 84,09, Vietnam dengan nilai US$ 39,93 juta, serta Thailand senilai US$ 34,21 juta.

Sementara untuk negara Uni Eropa tujuan utama ekspor Jawa Timur adalah Jerman dengan nilai ekspor sebesar US$ 29,77 juta yang naik sebesar 19,24% dibanding bulan sebelumnya, selanjutnya Belanda senilai US$ 22,95 juta serta Italia dengan ekspor sebesar US$ 17,39 juta.kbc6

Bagikan artikel ini: