Komitmen kampanyekan keselamatan berkendara, ini yang dilakukan AHM dan MPM

Rabu, 17 Mei 2017 | 20:32 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Sebagai pabrikan dan memasarkan kendaraan bermotor, PT Astra Honda Motor (AHM) berkomitmen untuk terus mengampanyekan keselamatan berkendara (safety riding) kepada masyarakat. Hal ini sebagai tanggung jawab moral agen pemegang merek (APM) motor Honda di Indonesia ini khususnya kepada pemilik motor Honda.

Tak hanya AHM, komitmen serupa juga dilakukan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) selaku diler utama motor Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Beragam program dilakukan AHM dan MPM termasuk jaringan diler di seluruh Indonesia dalam mendukung dan menyosialisasikan kampanye keselamatan berkendara tersebut. Apa saja?

Secara nasional, program kampanye keselamatan berkendara yang saat ini tengah dilakukan AHM adalah Astra Honda Safety Riding Instructor Competition (AH-SRIC). AH-SRIC digelar AHM sejak 2007 untuk meningkatkan dan menguji keterampilan instruktur safety riding Honda dari seluruh Indonesia. Pesertanya adalah para duta keselamatan berkendara di jaringan penjualan maupun komunitas Honda dari seluruh Indonesia. Mereka memiliki kepedulian tinggi untuk menularkan ilmu keselamatan berkendara kepada masyarakat pengguna sepeda motor.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM, Agustinus Indraputra memaparkan, untuk tahun ini gelaran AH-SRIC dipusatkan di MPM Safety Riding Center, Sedati, Sidoarjo. Berbeda dengan gelaran tahun-tahun sebelumnya, dia bilang tahun ini AHM memperluas kesempatan untuk menguji kompetisi safety riding di beberapa kelas baru, yaitu untuk advisor dealer dan advisor wanita dari komunitas Honda.

Dalam kompetisi tingkat nasional yang digelar pada 16-17 Mei 2017 ini, AH-SRIC 2017 membuka enam kategori kelas, yaitu instruktur kelas big bike, instruktur kelas sport, instruktur kelas skutik, advisor dealer, advisor komunitas kelas sport, dan advisor komunitas kelas skutik. Selain itu, seluruh advisor safety riding Big Wing dealer Honda di seluruh Indonesia kini turut berkompetisi menjadi yang instruktur safety riding terbaik di kelas big bike.

"Kelas baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara, termasuk bagi kaum hawa pengguna sepeda motor," kata Agustinus Indraputra di sela pembukaan AH-SRIC 2017 di MPM Safety Riding Center, Rabu (17/5/2017).

Setelah dilakukan seleksi sebelumnya, akhirnya AH-SRIC 2017 diikuti oleh 66 instruktur safety riding Honda, yaitu 17 instruktur di kelas big bike, 39 instruktur untuk kelas sport, dan 10 instruktur wanita di kelas skutik. Untuk kelas khususadvisor safety riding dari jaringan dealer Honda, dibuka kompetisi untuk pertama kalinya bagi 23 advisor. Peran serta duta keselamatan berkendara dari komunitas Honda pada AH-SRIC 2017 diwakili 32 advisor safety riding komunitas di kelas sport dan 19 wanita advisor safety riding komunitas di kelas skutik.

Marketing Director AHM Thomas Wijaya menambahkan, AH-SRIC menjadi salah satu upaya AHM dalam mengampanyekan keselamatan berkendara di tengah masyarakat. "Kami juga berharap kompetisi ini dapat melahirkan instruktur safety riding yang lebih banyak dengan kompetensi yang lebih baik," tukasnya.

AHM, lanjut dia, akan mengirimkan dua peserta terbaik safety riding instructor dari kelas big bike dan 1 peserta terbaik pada kelas sport untuk mengikuti The 18th Safety Japan Instructors Competition di Jepang pada Oktober mendatang. Tiga peserta terbaik ini akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi mengukir prestasi terbaik di kancah International.

Dipaparkannya, upaya kampanye keselamatan berkendara yang dilakukan juga diwujudkan dengan telah dibangunnya safety riding center (SRC) Honda di Indonesia. Saat ini SRC sudah ada di 5 kota di Tanah Air, yakni Banten, Tangerang, Jambi, Yogyakarta, dan Surabaya atau tepatnya di Sedati-Sidoarjo.

"SRC Honda dapat digunakan masyarakat pengguna motor untuk belajar mengenai keselamatan berkendara yang akan didampingi oleh instruktur berpengalaman dalam safety riding. Bahkan untuk MPM SRC di Surabaya ini selain rutin dimanfaatkan korporat dan sekolah, juga setiap Kamis terbuka bagi masyarakat umum," tandas Thomas.

Masuk kampung

Tak hanya program kampanye keselamatan berkendara secara nasional, MPM sendiri juga telah melakukan jemput bola dalam melakukan program ini.

Presiden Direktur MPM, Suwito menuturkan, sejak tahun lalu pihaknya telah menggelar kampanye keselamatan berkendara di kampung-kampung di Surabaya dan sekitarnya. Program ini bekerjasama dengan berbagai pihak yang berkompenten dalam safety riding, seperti Dinas perhubungan kodya Surabaya, dan Satlantas Polrestabes Surabaya.

"Tujuan utamanya adalah kita menggandeng cahmpion-champion di kampung. Mereka kita bekali pengetahuan terkait safety riding, sehingga secara berkelanjutan champion-chaampion ini bisa menularkan ilmu safety riding ke masyarakat sekitar atau ke kampung-kampung lain," jelasnya.

Tahun lalu, lanjut Suwito, pihaknya menggelar kampanye di 15 kampung terpilih, dan ditargetkan tahun ini jumlahnya akan bertambah. kbc7

Bagikan artikel ini: