Perempuan RI ternyata paling doyan utang

Senin, 22 Mei 2017 | 15:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perempuan ternyata merupakan pengutang aktif. Hal ini berdasarkan hasil survei inklusi keuangan perdana di Indonesia yang dilakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bekerja sama dengan pemerintah Australia dan Swiss melalui 'Launching Result of the Survey on Financial Inclusion and Access (SOFIA) Indonesia'.

Hasil survei menunjukkan itu diketahui bahwa 57 persen perempuan melakukan pinjaman, dibanding 43 persen laki-laki. Tak hanya itu, diketahui pula perempuan merupakan manajer keuangan yang handal.

"61 persen perempuan membuat keputusan keuangan secara mandiri dibanding 24 persen laki-laki. Sebaliknya, 59 persen laki-laki membuat keputusan dengan mengonsultasikan dengan pasangan mereka, dibandingkan dengan 31 persen perempuan dalam hal yang sama," jelas Senior Consultant/Team leader for SOFlA Oxford Policy Management, Maria Abigail Carpio, di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

Perempuan, lanjutnya, meskipun kalah dari laki-laki dalam kepemilikan aset, namun merupakan penabung yang baik. "Perempuan lebih aktif menabung dibandingkan laki-laki. 64 persen perempuan yang menabung dibandingkan 48 persen laki-laki," ungkapnya.

Selain itu, 69 persen perempuan menyadari besar atau kecilnya pendapatan dan pengeluaran mereka dibanding 52 persen laki-laki. Perempuan juga aktif menggunakan berbagai jenis layanan keuangan. Secara umum perempuan menggunakan layanan berinvestasi dengan cara informal.

"Cara paling umum perempuan untuk menabung adalah dengan cara-cara informal, seperti arisan, atau dengan menyimpan uang di rumah," pungkasnya.

Diketahui, Survey on Financial Inclusion and Access (SOFIA) dilakukan di empat provinsi yaitu, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur dengan total responden 20.000 orang. kbc10

Bagikan artikel ini: