Catat! Ini yang haram dan bikin dosa di media sosial

Selasa, 6 Juni 2017 | 12:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait hukum dan pedoman bermuamalah atau berperilaku melalui media sosial.

Ketua Umum MUI, KH Maruf Amin menyampaikan, dengan adanya fatwa ini, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Pasalnya saat ini media sosial banyak dipenuhi oleh ujaran kebencian, berita bohong, pornografi, hingga konten-konten yang sudah mengarah kepada permusuhan dan perpecahan bangsa.‬

Ada sembilan ketentuan hukum yang tertuang dalam Fatwa MUI tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial, yaitu :

1. Dalam bermuamalah dengan sesama, baik di dalam kehidupan riil maupun media sosial, setiap muslim wajib mendasarkan pada keimanan dan ketakwaan, kebajikan, persaudaraan, saling wasiat akan kebenaran serta mengajak pada kebaikan, dan mencegah kemunkaran.

2. Setiap muslim yang bermuamalah melalui media sosial wajib senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tidak mendorong kekufuran dan kemaksiatan, mempererat ukhuwah (persaudaraan), serta memperkokoh kerukunan.

3. Setiap muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan melakukan ghibah, fitnah, namimah, dan penyebaran permusuhan; melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan; menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup; menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i; serta menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.

4. Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten atau informasi yang tidak benar kepada masyarakat hukumnya haram.‬

‪5. Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten atau informasi tentang hoax, ghibah, fitnah, namimah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal-hal lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan/atau khalayak hukumnya haram.

6. Mencari-cari informasi tentang aib, gosip, kejelekan orang lain atau kelompok hukumnya haram kecuali untuk kepentingan yang dibenarkan secara syar’i.

7. Memproduksi dan/atau menyebarkan konten atau informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, membangun opini agar seolah-olah berhasil dan sukses, dan tujuan menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak hukumnya haram.

8. Menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, padahal konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik, seperti pose yang mempertontonkan aurat, hukumnya haram.

9. Aktifitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya. kbc9

Bagikan artikel ini: