Mendag minta kemasan gula pasir ditempeli banderol HET

Jum'at, 16 Juni 2017 | 10:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita memastikan stok bahan pangan khususnya gula pasir mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hal itu ditegaskannya saat menyambangi lima pabrik gula yang merupakan pemasok gula yang telah dipercayakan pemerintah. Kelima pabrik tersebut antara lain, PT Angel Product, PT Duta Sugar International, PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), PT Sentra Usaha Taman Jaya, serta PT Duta Manis.

"Yang menggembirakan stoknya tidak ada kendala. Di Banten ini ada enam (suplier)," ungkapnya di sela pantauan di lokasi pabrik, Cilegon, Banten, Kamis (15/6/2017).

Selain memantau pasokan dan cadangan gula, Politisi Nasdem ini juga meminta agar cadangan gula tersebut sesegera mungkin disalurkan ke daerah-daerah. Apalagi menjelang mudik Lebaran, di mana kemacetan merupakan hal yang tak bisa dihindari.

"Ada kendala sedikit di transportasi, tapi saya akan minta distributornya segera menyalurkan. Dalam beberapa waktu ke depan ini, dimana transportasi akan macet, maka saya minta segera dipasok ke daerah-daerah," tambah Enggar.

Lebih jauh, Enggar pun menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan telah memberikan kekecualian bagi kendaraan yang akan menyalurkan gula asalkan kendaraan yang digunakan adalah kendaraan dua sumbu.

"H-4 itu memang ada pembatasan, tapi kita sudah dapat izin dari Pak Menteri Perhubungan, bahan pokok, ada gula si dalamnya, tidak dilarang, hanya dengan menggunakan kendaraan dua sumbu," katanya.

Enggar juga meminta kelima pabrik harus mencantumkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram di kemasan gula. "Kita mau lihat ada tulisan Rp 12.500 enggak. Agar masyarakat tahu, segini harganya. Biar tidak ada dusta di antara kita," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: