Pelaku UMKM sambut baik aturan perdagangan gula rafinasi pakai mekanisme lelang

Senin, 19 Juni 2017 | 09:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Koperasi Ritel Tambun, Suyono menyambut baik aturan perdagangan gula kristal putih (GKP) hanya melalui proses lelang. Menurutnya, pemerintah memberi angin segar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya di sektor industri makanan-minuman, untuk mendapat gula rafinasi melalui lelang. Sebab, selama ini UKM harus berebut mencari gula rafinasi dan sering tidak mendapat jatah dari pabrik-pabrik gula rafinasi.

Sekadar diketahui, Kementerian Perdagangan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.16/M-DAG/PER/2017 tentang perdagangan gula kristal rafinasi (GKR) melalui pasar lelang komoditas. Dengan keluarnya peraturan ini, GKR hanya diperdagangkan melalui mekanisme pasar lelang komoditas yang dijalankan secara online.

"Kami senang karena lelang ini bisa memberi kepastian ketersediaan barang dan harga yang kompetitif. Kami tidak minta harga murah, tetapi harga yang wajar dan barangnya ada. Ini yang kami perjuangkan sejak 2006," ujar Suyono, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Suyono menjelaskan, pembelian gula rafinasi skala kecil selama ini dilakukan melalui distributor. Akibatnya, harga yang diperoleh lebih tinggi dibanding industri besar yang bisa bertransaksi ke pabrik.

"Pelaku UKM makanan-minuman tahu bahwa gula rafinasi itu bagus. Kualitasnya bagus dan umurnya panjang sehingga permintaan dari UKM selalu naik," katanya.

Dengan mekanisme baru, pasar lelang GKR bersifat online dan real time dengan metode permintaan beli (bid) dan penawaran (offer) pada volume 1,5 dan 25 ton. "Dengan lelang ini, yang juga sangat penting bagi kami adalah adanya jaminan kontinuitas pasokan kepada kami dari pabrik, sehingga produksi kami juga bisa kontinyu," jelasnya.

Suyono percaya produk UKM makanan-minuman akan lebih bersaing jika mendapat kepastian pasokan yang membuat harga produk UKM semakin kompetitif. "Lelang ini cara yang bagus, transparan, dan harus didukung semua pihak. Kami pengusaha kecil sudah capek ditendang-tendang ke sana-sini oleh pabrik-pabrik mencari gula rafinasi," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: