Pemudik melalui kapal Pelni hanya naik 5% pada Lebaran tahun ini

Kamis, 29 Juni 2017 | 10:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemudik yang menggunakan kapal laut PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (Persero) hingga H-1, tercatat mencapai 281.516 penumpang. Jumlah ini hanya mengalami kenaikan sebesar 5% dibandingkan 2016 sebanyak 273.938 penumpang.

Adapun puncak mudik terjadi pada H-2, yakni 23 Juni 2017, yang mencapai 26.245 penumpang. Pada 2016, puncak angkutan mudik terjadi pada H-5 yang mencapai 23.859 penumpang.

Manajer PR dan CSR PT PELNI (Persero) Akhmad Sujadi mengatakan, kapal yang paling diminati adalah KM Kelud rute Tanjung Priok-Batam-Tanjung Balai-Belawan. Pada arus mudik lalu, KM Kelud melakukan rerouting pada ruas Batam-Belawan yang merupakan kantong penumpang tertinggi di wilayah barat Indonesia.

Penumpang KM Kelud tercatat mencapai 17.980 orang, lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 17.130 orang atau naik sekira 5%. Sementara itu, untuk Indonesia Tengah dan Timur, kapal yang paling diminati adalah KM Bukit Siguntang yang mengangkut penumpang hingga 20.446 orang.

Jumlah ini, meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 15.811 penumpang. Selain itu, jumlah penumpang pada KM Sinabung tercatat mencapai 15.769 orang atau lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai sebesar 15.612 orang. “Tahun ini KM Kelud masih menjadi favorit pemudik, khususnya pada ruas Batam-Belawan,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Rabu (28/6/2017).

Untuk embarkasi tertinggi tahun ini terjadi di Pelabuhan Makassar yang mencapai 22.825 penumpang. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun lalu sebesar 23.130 penumpang. Selain itu, keberangkatan dari Balikpapan tercatat mencapai 19.593 atau naik 8% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 18.050 orang.

Selain itu, keberangkatan dari Ambon mencapai 12.820 atau turun 11%. Keberangkatan di Pulau Batam juga tercatat mengalami kenaikan 27% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan jumlah penumpang juga terjadi di Sorong yang mencapai 19% atau mencapai 12.471 orang.

“Dari Batam, Balikpapan, dan Sorong penumpang ada kenaikan, namun di Ambon dan Makassar mengalami penurunan dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Berdasarkan wilayah, jumlah penumpang untuk wilayah I ruas Batam-Belawan menempati urutan pertama dengan jumlah penumpang 10.806 orang atau naik dibandingkan tahun lalu sebesar 7.673.

Jumlah penumpang ini diikuti ruas Batam-Tanjung Priok yang mencapai 3.118 peumpang. Total penumpang untuk wilayah I yang meliputi Tanjung Priok, Batam, Tanjung Balai, Belawan, Tarempa, dan Kijang, mencapai 20.865 penumpang. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun lalu yang mencapai 18.844 orang.

Sementara itu, untuk wilayah II yang terdiri Cabang Balikpapan, Sampit, Semarang, Kumai, Surabaya, Tarakan, Pontianak, Pantoloan, dan Makassar, ruas Balikpapan-Surabaya menempati urutan pertama dengan jumlah penumpang yang mencapai 11.532 orang. Adapaun jumlah penumpang ruas Sampit-Semarang naik menjadi 7.993 orang dari tahun sebelumnya 5.545 orang.

Selain itu, jumlah penumpang ruas Kumai-Surabaya mencapai 4.400 orang, dan Sampit-Semarang mencapai 4. 596 orang. Secara total, penumpang pada wilayah II mencapai 45.210 atau 6% dibandingkan tahun lalu.

Selanjutnya, untuk wilayah III yang meliputi cabang Makassar, Surabaya, Baubau, Bima, Labuan Bajo, Nunukan, Parepare, Maumere, Benoa (Bali), Kupang, Balikpapan, Ende, Ambon dan Tarakan, jumlah penumpang mengalami penurunan dari 31.590 menjadi 30.255 orang.

Pada wilayah IV yang terdiri dari Ambon, Baubau, Jayapura, Biak, Manokwari, Sorong, Surabaya, Banda Naira, Serui, Nabire, Namlea, Fakfak, Tual, dan Makassar juga tercatat terjadi penurunan dari 31.539 menjadi 30.781 orang. kbc10

Bagikan artikel ini: