Produsen kertas Suparma incar penjualan Rp2,1 triliun di 2017

Jum'at, 30 Juni 2017 | 16:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten produsen kertas PT Suparma Tbk (SPMA) meyakini bahwa kondisi ekonomi nasional tahun ini akan membaik. Untuk itu perseroan menargetkan penjualan bersih sebesar Rp 2,1 triliun sepanjang tahun 2017.

Direktur PT Suparma Tbk Hendro Luhur mengatakan, optimisme tersebut didasarkan bahwa sejumlah faktor yang muaranya secara umum kondisi ekonomi nasional membaik, sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Sektor hotel dan restoran yang notabene merupakan konsumen strategis kami mengalami pertumbuhan. Sehingga tentunya hal ini juga diharapkan ikut mengerek penjualan perseroan," kata Hendro usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Jumat (30/6/2017).

Selain itu, lanjut dia, perseroan juga terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dan efisiensi, misalnya dengan mengimprovisasi mesin-mesin, juga mesin pengolah bahan baku dan sebagainya.

"Maka dari itu, perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun 2016 meski membukukan laba. Karena akan dialokasikan untuk investasi peningkatan kualitas mesin produksi dan mesin pulper yang mengolah bahan baku dari limbah impor, sehingga diharapkan angka impornya bisa ditekan," jelas Hendro Luhur.

Sepanjang tahun 2016, perseroan sendiri berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,932 miliar, naik 19,2 persen dibanding penjualan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,622 miliar. Sementara itu laba bersih perseroan tahun 2016 mencapai Rp 81,1 miliar.

"Pertumbuhan penjualan tahun 2016 terutama ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata sebesar 12,5% serta kuantitas penjualan produk perseroan yang naik 6,2%," bebernya.

Ditambahkannya, hingga akhir tahun 2016 tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) mesin kertas perseroan sepanjang tahun 2016 mencapai 91,6% dari kapasitas terpasang perseroan yang sebesar 224.000 MT.

Sementara sepanjang lima bulan pertama tahun 2017, pertumbuhan penjualan bersih perseroan sebesar 4,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi penjualan ini setara dengan 93,5% dari target yang ditetapkan yang sebesar Rp 888 miliar.

"Hingga akhir tahun 2017, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar 10 persen dari pencapaian tahun 2016. Artinya penjualan bersih perseroan diharapkan bisa mencapai Rp 2,1 triliun sepanjang tahun 2017," ujar Hendro.

Saat ini komposisi penjualan perseroan masih didominasi jenis duplex yang sebesar 50%, kertas laminating 30%, dan tisu 20%, ke depan pihaknya akan meningkatkan produksi untuk kertas tisu, mengingat potensi pasarnya cukup besar.

"Sasarannya adalah hotel, restoran dan kafe. Bisnis ini masih bertumbuh. Demikian juga segmen pasar kertas laminating yakni makanan dan minuman yang masih membaik pasarnya," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: