Agar tampil kekinian, Jamu Iboe gencar regenerasi produk dan gerai

Sabtu, 1 Juli 2017 | 18:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Jamu Iboe Jaya terus mendorong konsumsi produk jamu dan minuman herbal dengan menyasar ke segmen anak muda. Untuk itu, produsen jamu yang berbasis di Surabaya ini tengah gencar melakukan regenerasi produk dan pasar.

Regenerasi produk telah dilakukan dengan agresif memasarkan produk natural drink, memperluas gerai dan mengubah bentuk gerai menjadi lebih menarik, serta penetrasi ke pasar hingga ke pedagang kecil.

Product Group Manager PT Jamu Iboe Jaya, Perry Anglishartono mengatakan, regenerasi produk ini juga dimaksudkan untuk meregenasi konsumen. "Setelah produk natural drink yang dikemas lebih mudah, dengan sachet, maupun gelas yang langsung ready to drink, target konsumen adalah anak muda," jelas Perry beberapa waktu lalu.

Produk Iboe Natural Drink, saat ini ada tujuh macam. Dilaunching di pasaran sejak tahun 2016 lalu. Menurut Perry, respon pasar cukup positif. Apalagi, outlet-outler yang menyajikan berada di pusat keramaian modern, seperti mal, dan lainnya.

Bahkan tahun ini, Perry menyiapkan satu outlet baru di lembaga pendidikan tinggi. "Itu strategi kami di semester II. Di semester I ini, kami buka outlet di Kuta Beach Walk. Dulu sudah ada, kemudian daerah itu direnovasi, setelah itu selesai, kami buka lagi di pertengahan Juni ini," ungkap Perry.

Perusahaan jamu asli Surabaya ini optimistis tahun 2017 bisa meningkatkan kinerjanya hingga diatas dua digit. Hingga Mei 2017, peningkatan penjualan masih berkisar di angka 7 persen.

Saat ini, komposisi produk dan penjualan Jamu Iboe, mencapai 50 persen jamu tradisional, jamu modern kapsul ekstrak 30 persen, dan natural drink 20 persen.

Meski penjualan meningkat hanya 7 persen, ada kenaikan harga produk, terutama jamu tradisional yang menyebabkan adanya penurunan stok hingga 25 persen. Sementara harga mengalami kenaikan Rp 2.000 per bungkus.

Namun, produk natural drink, yang baru dilaunching 2016 ke 2017, mengalami peningkatan penjualan hingga 200 persen. Jamu Iboe juga melakukan penjualan secara online.

"Tapi sampai saat ini penjualan via online masih kecil, tapi tumbuhnya ratusan persen. Kami ada di 12 situs belanja online, selain situs dan web kami sendiri," pungkas Perry. kbc10

Bagikan artikel ini: