Tesla jual 22 ribu unit mobil listrik di triwulan II

Senin, 10 Juli 2017 | 20:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc, mencatat telah melakukan penjualan 22 ribu unit secara global pada triwulan kedua 2017 atau meningkat 53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar 12 ribu unit merupakan jenis sedan Model S dan sisanya sport utility vehicle (SUV) Model X.

Namun, jika dibandingkan dengan triwulan pertama yang mencapai 25 ribu unit, penjualan pada triwulan kedua mengalami penurunan.

Seperti dilansir dari China Daily News, Senin, 10 Juli 2017, penurunan pada triwulan kedua ini disebabkan kekurangan pasokan baterai. Namun, kata Tesla China, masalah baterai diyakini bisa diatasi dan diharapkan penjualan pada triwulan ketiga menjadi lebih baik lagi.

"Faktor utama yang mempengaruhi pengiriman Q2 Tesla adalah kekurangan produksi yang parah dari paket baterai 100 kWh, yang dibuat dengan teknologi baru pada jalur produksi baru," demikian penjelasan Tesla.

Pada April tahun lalu, Tesla memperkenalkan mobil listrik terbaru, Tesla Model 3. Mobil yang akan tersedia pada akhir 2017 ini kabarnya akan dibanderol dengan harga US$ 35 ribu atau sekitar Rp 466 juta. Ini jauh lebih murah dibanding Tesla SUV Model X dan Tesla Sport Model S dengan harga di atas US$ 70 ribu atau Rp 932 juta.

Tesla menyebutkan perusahaan telah mengeluarkan investasi yang besar dalam menggenjot produksi dan terkait dengan rencana peluncuran Model 3. Namun tidak disebutkan berapa investasi yang dibutuhkan untuk memproduksi Model 3.

Minggu lalu, perusahaan asal China yang bergerak di bidang teknologi informasi, Tencent Holdings, membeli 5 persen saham Tesla dengan nilai hampir mencapai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 24 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: