Kimia Farma ekspansi bisnis ke Arab Saudi

Kamis, 20 Juli 2017 | 15:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kimia Farma Tbk melebarkan sayap usaha ke Arab Saudi. Emiten berkode KAEF ini meneken kerja sama penyertaan modal dengan Al Dwaa Medical Company, anak perusahaan Marei Binmahfouz Grup di Mekkah, Rabu (20/7/2017).

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan oleh Sekjen Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Sutarjo dan Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.

Konsul Ekonomi KJRI Jeddah Agus Muktamar menyebutkan, Konjen Jeddah menyambut gembira realisasi kerja sama antara kedua belah pihak dan berharap adanya keberlanjutan sinergitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Arab Saudi.

"Sebagai Perwakilan Pemerintah Indonesia di Jeddah, saya menyambut baik penandatanganan perjanjian ini sebagai salah satu langkah awal ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri. Ke depannya, Indonesia mengharapkan agar fokus kemitraan bisa dikembangkan ke sektor yang lebih luas. Kami siap membantu memfasilitasi dan mempertemukan dengan berbagai calon mitra di Saudi," kata Agus seperti dikutip dari Andata.

Agus menambahkan, realisasi kerja sama tersebut sangat tepat mengingat pada 28 Juli 2017, kelompok terbang pertama jamaah haji Indonesia akan tiba di Madinah. Kehadiran Kimia Farma di sekitar 30 outlet apotek di Jeddah, Mekkah, dan Madinah tentunya akan memudahkan jamaah haji untuk memperoleh penunjang layanan kesehatan terintegratif.

Kemitraan Kimia Farma dan Al Dwaa juga akan sangat membantu jamaah umroh Indonesia yang sampai pertengahan tahun 2017 telah mencapai angka 850.000 dan Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di Saudi. Keberadaan apotek tersebut, memberi alternatif bagi warga negara Indonesia selain apotek-apotek lainnya yang dikelola oleh pengusaha Arab Saudi," kata Agus.

Sementara, Presiden Direktur PT Kimia Farma Honesti Basyir mengatakan, penandatanganan tersebut merupakan keberhasilan Kimia Farma pertama dalam mengembangkan sayap di luar negeri.

"Kami gembira setelah beberapa tahun proses negosiasi, akhirnya hari ini kita mencapai titik temu. Perjanjian ini akan menjadi langkah awal bagi Kimia Farma untuk mengembangkan usaha termasuk melalui rencana pembangunan klinik dan layanan ksesehatan lainnya," ujarnya.

Dia menambahkan, dengan kepemilikan saham mayoritas, Kimia Farma berharap dapat melakukan pertukaran model dan bisnis proses dengan mitra strategis. kbc10

Bagikan artikel ini: