Produsen air minum Cleo catat penjualan Rp 285 miliar

Selasa, 25 Juli 2017 | 16:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Sariguna Primatirta Tbk, produsen air minum dalam kemasan dengan merk Cleo, mencatatkan penjualan Rp 285,37 miliar pada Semester I/2017. Capaian ini menngkat 12,65% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 dimana penjualan perseroan tercatat sebesar Rp 253 miliar.

Direktur Utama Sariguna Primatirta, Belinda Natalia, mengatakan pertumbuhan penjualan di awal 2017 ini didorong pertumbuhan permintaan masyarakat serta penguatan distribusi yang merata ke seluruh Indonesia.

“Kami selalu berusaha memperluas distribusi ke seluruh wilayah Indonesia baik melalui pembukaan pabrik baru maupun penguatan jalur distribusi dengan membuka titik-titik baru distribusi,” ujarnya di sela paparan publik kinerja perseroan Semester I/2017 di kantor pusat perseroan di Sidoarjo, Selasa (25/7/2017).

Ia menambahkan, saat ini perseroan mempunyai 59 disributor internal di seluruh Indonesia yang akan ditambah menjadi 100 distributor pada tahun ini.

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Sariguna Primatirta, Lukas Setio Wongso, menambahkan, saat ini pemasaran produk perseroan masih didominasi di Pulau Jawa. Meski demikian, perseroan akan terus memperluas pemasaran hingga ke seluruh wilayah Indonesia khususnya ke area timur.

“Saat ini penjualan kami 70 persen diantaranya amsih disumbang dari Pulau Jawa. Namun kami juga melihat pasar Indonesia Timur sangat menjanjikan dan kami akan memperluas distribusi hingga kesana,” tuturnya.

Saat ini di Wilayah Indonesia Timur, perseroan masih mengandalkan pemasaran dari pabrik di Makassar, Sulawesi Selatan. Perseroan saat ini juga tengah mengembangkan pabrik di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Lukas menambahkan, pada Semester II/2017 nanti perseroan optimis bisa mencatatkan penjualan lebih tinggi. Hingga akhir 2017, perseroan menargetkan penjualan bisa mencapai Rp 750 miliar.

“Memang jika ditilik secara musiman, penjualan AMDK biasanya akan lebih baik pada musim kemarau atau Semester kedua setiap tahunnya. Ditambah lagi pada Semester I/2017 lalu ada banyak hari libur serta adanya momen Ramadan-Lebaran yang memang selalu memberikan tekanan pada industri AMDK,” katanya.

Selama Semster I/2017 perseroan juga mencatatkan laba bersih Rp 17,278 miliar dengan total aset sebesar Rp 580 miliar.  kbc8

Bagikan artikel ini: